WHAT'S NEW?
Loading...

JESSICA TAK PUNYA TANGAN MAKA IA MENJADI PILOT, MARK TAK PUNYA KAKI MAKA IA MENDAKI PUNCAK EVEREST, KITA PUNYA TANGAN DAN KAKI MAKA KITA...

1 Perkenalkan, inilah Jessica Cox seorang ibu berusia 34 tahun yang tidak memiliki kedua tangan sejak lahir dan ia sudah merasa bahwa dengan "keterbatasannya" itu ia tidak mungkin melakukan hal-hal luar biasa yang hanya dapat dilakukan orang-orang normal
2 Faktanya, Jessica melewati hari-harinya dengan berlatih karate, renang, dan berselancar. Pada tahun 2005 ia belajar menjadi pilot, sampai akhirnya tercatat sebagai satu-satunya wanita tanpa lengan yang meraih lisensi penerbangan ketinggian 3000 meter
3 Apa yang ingin dikatakan Jessica kepada kita? Ia hanya ingin kita tahu bahwa "terbatas" hanya terjadi di alam pikiran, bukan di alam nyata
4 Ketika seseorang mulai berpikir untuk membatasi dirinya tidak mungkin menaklukkan hal-hal luar biasa, maka ketahuilah sejak saat itu ia sudah menjadi pribadi yang "terbatas"
5 Akan halnya dengan Mark Inglis, sudahkah saudara mengenalnya? Pria Selandia Baru ini mengalami kecelakaan pada tahun 1982 dan dokter memutuskan untuk mengamputasi kedua kakinya
6 Keputusan ini menyebabkan kemampuan Mark menjadi terbatas, sampai ia menyadari bahwa apa yang ia sangka sebagai keterbatasan itu dimulai sejak ia berpikir bahwa batas (limit) itu memang benar-benar ada
7 Ketika Mark sadar bahwa manusia mampu melakukan hal-hal menembus batas selama ia yakin, Mark bersama tim kemudian mendaki gunung Himalaya dan menjadi satu-satunya pria tanpa kaki yang mencapai puncak Everest pada tahun 2006
8 Apa yang ingin dikatakan Mark kepada kita? Ia hanya ingin agar kita jangan membatasi kemampuan diri kita sendiri
9 Lagipula dari mana seseorang tahu apa yang mungkin dan tidak mungkin apabila ia belum mencobanya? Terlebih lagi jika ia menyadari bahwa Allah Maha Menolong hamba-Nya yang mau berusaha, dan Allah Maha Kuasa Tak Terbatas
10 "Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" maka terjadilah hal tersebut."
(Surat Yasin : 82)

(Surat Yasin : 82)

Foto Pondok Pesantren Tahfiz Nurul Qur'an Yatim dan dhu'afa.Foto Pondok Pesantren Tahfiz Nurul Qur'an Yatim dan dhu'afa.

0 komentar:

Posting Komentar