WHAT'S NEW?
Loading...
JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA
BESAR DI AKHIR ZAMAN
(MUNCULNYA DAJJAL, YA’JUZ MA’JUZ, IMAM MAHDI, & ISA AL MASIH)
                                                     


“TIDAK AKAN BANGKIT KIAMAT SEBELUM DATANG SEKITAR 30 ORANG PEMBOHONG-PEMBOHONG, YAKNI DAJJAL-DAJJAL, SEMUA MENGAKU SEBAGAI RASUL ALLAH” (HR. AT-TIRMIDZI DAN AN-NASAI MELALUI ABU HURAIRAH)
KATA PENGANTAR
Buku ini membahas empat peristiwa besar yang akan terjadi di akhir zaman, dengan berbagai rangkaian peristiwa yang melingkupinya. Di masa, kehidupan dunia konon akan benar-benar berakhir dengan makin dekatnya masa-masa peperangan besar dan huru-hara yang merupakan perwujudan hari kiamat. Semua kitab suci agama-agama besar menyebutkan tanda-tanda serupa, yakni tanda-tanda yang berkaitan dengan akhir zaman. Lebih dari itu, kenyataan-kenyataan yang ada di zaman sekarang diakui atau tidak memang meperkuat tanda-tanda tersebut.
Buku ini ditulis dengan tujuan untuk menakuti Anda, pembaca sekalian yang budiman. Hmhm. Kalau soal takut, penulis sendiri juga merasa takut jika membayangkan kondisi di akhir zaman nanti. Tapi, buku ini ditulis dengan tujuan sebagai pengingat bagi kita semua, Anda sekalian dan saya. Pengingat atas apa? Yah, sebagai pengingat supaya kita tidak terjerumus ke dalam perselisihan-perselisihan tak menentu.
Bukan rahasia lagi. Kita sudah tahu sama tahu bahwa kondisi zaman sekarang dikabarkan menyerupai tanda-tanda yang dihubungkan dengan kedatangan Dajjal dan akhir zaman. Memang sih, hal tersebut memancing banyak perdebatan di kalangan agamawan dan ilmuwan. Tapi mau bagaimana lagi? Kabar kondisi semacam itu faktanya memang ada dan menyebar dengan manisnya.
Secara ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa yang terjadi di zaman akhir. Meskipun banyak kontroversi  dan teori konspirasi yang dikaitkan dengan munculnya Dajjal, buku ini mencoba menguraikan dari sumber-sumber berbeda. Baiklah. Semoga buku ini bisa menjadi pelengkap dari bacaan-bacaan. Semoga bermanfaat kepada para pembaca yang budiman.

Penulis





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?.............................................................. 1
CIRI-CIRI DAJJAL...................................................................................... 7
ANCAMAN DAJJAL.................................................................................... 10
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI........................................... 11
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL....................................... 13
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI SETAN
DI AMERIKA SERIKAT............................................................................. 18
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT..................................... 20
AMERIKA DAN KONSPISARI SETAN................................................... 23
LADY GAGA DAN SIMBOL-SIMBOL DAJJAL.................................... 27
OLIMPIADE 2012 DAN KEMUNCULAN DAJJAL............................... 34

BAGIAN 2
MISTERI YA’JUZ MA’JUZ
MISTERI YA’JUZ MA’JUZ........................................................................ 37
BERBAGAI PENAFSIRAN......................................................................... 37
YA’JUZ MA’JUZ DALAM AL-QUR’AN DAN INJIL............................ 38
YERUSALEM................................................................................................ 39
CIRI-CIRI YA’JUZ MA’JUZ....................................................................... 43
PERJALANAN BANGSA ALAN............................................................... 48
YA’JUZ MA’JUZ MASA KINI.................................................................... 53
YA’JUZ MA’JUZ DAN ZIONISME............................................................ 58
BAGIAN 3
IMAM MAHDI DAN TANDA-TANDA
KEMUNCULANNYA

IMAM MAHDI DAN TANDA-TANDA KEMUNCULANNYA............. 60
TANDA-TANDA KEMUNCULAN............................................................ 60
TIGA PERISTIWA PENTING.................................................................... 62
LARANGAN AGAMA YANG MENDAPATKAN PENERIMAAN..... 66
IMAM MAHDI DAN WAKTU YANG DIPERPENDEK........................ 73
TUGAS-TUGAS IMAM MAHDI................................................................ 75
IMAM MAHDI DAN ZAMAN KEEMASAN............................................ 76
JURU SELAMAT TIGA AGAMA BESAR............................................... 79
SIAPA IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN?........................................... 80
BEBERAPA TOKOH YANG MENGAKU SEBAGAI
 IMAM MAHDI.............................................................................................. 85

BAGIAN 4
MUNCULNYA ISA AL MASIH
MUNCULNYA ISA AL MASIH.................................................................. 87
SIFAT-SIFAT APA YANG DIMILIKINYA SEHINGGA DIA BISA DIKENALI?  90
TANDA-TANDA KEMUNCULAN ISA AL MASIH............................... 102
TEMPAT TURUNNYA ISA AL MASIH................................................... 107
PENUTUP....................................................................................................... 110
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 113
TENTANG PENULIS................................................................................... 115

BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
Salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat adalah munculnya Dajjal. Apakah Dajjal itu? Dajjal sering digambarkan sebagai sosok makhluk bermata satu dan suka menyebarkan fitnah. Yang lebih parah, Dajjal juga mengaku dirinya sebgai Nabi atau Tuhan. Akibatnya, banyak umat manusia yang menjadi rusak akhlaknya gara-gara terperdaya oleh tipu daya dan fitnah Dajjal tersebut. Dajjal hanya bisa dikalahkan oleh Nabi Isa AS. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw senantiasa berdoa agar dijauhkan dari fitnah Dajjal.
Kata Dajjal berasal dari kata Dajala, artinya, menutupi sesuatu. Kamus Lisanul Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena “Ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan.” Pendapat lainnya mengatakan, “Karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar.” Pendapat ketiga mengatakan, “Karena ia menutupi manusia dengan kekafiran.” Pendapat keempat, “Karena ia bersebar dan menutupi seluruh muka bumi.”
Pendapat lain mengatakan bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang-barang dagangannya ke suluruh penjuru dunia. Jadi artinya, menutupi dunia ini dengan barang-barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahw aia dijuluki Dajjal karena senantiasa mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya. Dalam artian, ia selalu menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu. Yeah bolehlah dibilang munafik.
Kata Dajjal tidak tertera dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, dalam hadits sahih diterangkan bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi melindungi orang dari fitnah Dajjal. Jadi menurut hadits ini, Al-Qur’an memberi isyarat siapakah Dajjal itu.
Dewasa ini, banyak orang yang sangat lalai memperhatikan soal Dajjal. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya Nabi Muhammad Saw memperingatkan umatnya mengenai hal/makhluk yang satu ini sebgai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman. Begitulah, tidak ada fitnah yang melibihi fitnah Dajjal. Bahkan, bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dari hadir dalam rangka mengondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
Menariknya lagi, Nabi Muhammad Saw telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk menebar fitnah dan kekacauan justru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia awam telah lalai dan tidak peduli akan keberadaan Dajjal. Ketidakpedulian mereka sedemikian rupa sehingga bila ada orang yang membicarakan tentang Dajjal, maka mereka cenderung menertawakannya. Iya, mereka mengganggap Dajjal sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang pintar seketika itu. Para penceramah, para ustaz, para da’i dan para Imam di mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.
Ada banyak hadits tentang Dajjal dan diriwayatkan oleh sejumlah besar sahabat Nabi Saw sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.
Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Mushanad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah seratus. Dan di antara yang meriwayatkan hadits, terdapat Sahabat kenamaan seperti Sayyidina Abubakar, ‘Ali, Siti’Aisyah, Sa’d bin Abi Waqqas; Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ‘Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka’b, Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam’an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma’ binti Yazid dan Mughirah bin Syu’bah.
Masih banyak lagi sahabat yang meriwayatkan hadits tentang Dajjal. Para sahabat tersebut semuanya sependapat bahwa Nabi Muhammad Saw memang berulang-ulang menceritakan tentang Dajjal. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi kenyataan tentang adanya Dajjal. Insya Allah sumber yang mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad Saw sendiri.
Kebanyakan hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, mungkin imajinasi kita malah menggambarkan mirip seorang bajak laut, di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri atas huruf kaf. Fa’ dan ra’ di baca kafara, yang artinya kafir. Membawa keledai, sungai, dan api. Namun jika hadits-hadits tersebut kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan tampak dengan jelas bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan sebutan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang, melainkan bangsa. Sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam hadits itu bukanlah tempat, melainkan bangsa. Rasulullah Saw bersabda, “Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kami, lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu.”
Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan orang-orang Arab, Persi, dan Roma. Hal ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah suatu bangsa, seperti halnya Arab, Persi, dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni menurut hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa, bukan seseorang ataupun sesosok makhluk bermata satu.
Dari Abi Umamah Al-Bihiliy, beliau berkata: “Rasulullah Saw telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal.”
Baginda telah bersabda, “Sesungguhnya tidak ada fitnah kerusakan di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah Swt ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir, sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi angkatan kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya, dan sebenarnya Allah Swt akan menjaga orang-orang mukmin. Dajjal itu akan datang nanti satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan aku terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya. Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah Swt tidak cacat. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca ataupun yang buta huruf. Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa surga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya surganya sedangkan surganya itu neraka, yakni panas. Barang siapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk. Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: ‘Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah dan ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?’ orang Arab itu akan berkata: ‘Tentu.’ Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah dan ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama, dan suaranya pun sama. Ibu bapaknya itu lalu berkata kepadanya: ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.’ Di antara tipu dayangnya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia berkata kepada orang banyak: ‘Lihatlah apa yang kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia seperti semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Allah itu bertanya: ‘Siapa Tuhanmu?’ orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: ‘Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.’ Orang tiu berarti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di surga.”
Sabda Rasulullah Saw lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan, tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, tiba-tiba tumbuh tanaman. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakuinya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanaman-tanaman dan binatang ternak mereka tidak berkembang baik. Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakuinya sebagai Tuhan. Disebabka yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi berkembang baik. Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Kedua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Mekkah dan Madinah. Namun, ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.”
Dalam hadits yang lain, “Di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakan tidak beriman kepadanya, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujanny adan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.
Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh Malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal di luar Madinah, kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang Munafik yang ada di Madinah, lelaki ataupun perempuan bagaikan cacing kepanasan, kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadits yang diterima dari Aisyah Ra. Mengatakan, “Pernah satu hari Rasulullah Saw masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka aku takut mendengarnya,” Rasulullah Saw berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.
Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,“ Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.
Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga? Rasulullah Saw menjawab, “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat, Dajjal itu nanti akan berkata, “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” kata sang Dajjal sambil menahan matahari sehinga sati hari lamanya menjadi minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia, “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” mereka semua menjawab, “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda, “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun. Kemudian Allah Swt mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membubuh Dajjal itu.”

CIRI-CIRI DAJJAL
Membicarakan masalah Dajjal memang selalu terasa menarik sampai kapan pun. Mengapa? Karena beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa akhir dunia atau hari kiamat akan ditandai dengan munculnya Dajjal tersebut. Entah Dajjal yang dimaksud ini berwujud sosok manusia ataukah hanya sifat (kelakuan) seseorang, sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan. Namun yang jelas, Dajjal akan membolak-balikkan fakta kebenaran dengan kebatilan. Banyak terjadi fitnah terhadap orang Islam. Untuk itulah dalam setiap doa yang kita panjatkan, sebagai Muslim kita disunnahkan untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal.
Sebagaimana diterangkan dalam hadits, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia, “Tak ada satu tempat pun didunia yang tidak diinjak dan tidak dilalui oleh Dajjal.” Hadits lain menerangkan bahwa Dajjal mengucapkan kata-kata “Tak ada satu tempat tinggal pun yang tak aku masuki.
Ada beberapa riwayat ciri-ciri Dajjal menurut Rasulullah Saw. Dari Nawas bin Sam’an, pada suatu hari Rasulullah Saw berbicara mengenai Dajjal. Kata beliau Saw, “Dajjal itu pemuda berambut keriting, matanya picak. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kamu bertemu dengan dia, bacakan kepadanya permulaan Surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat yang sunyi antara Syam (Suriah) dan Irak, lalu merusakkan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba Allah, karena itu teguhkan pendirianmu.”
Tanya kami, “Berapa lama dia tinggal di bumi?” Jawab Rasulullah Saw, “Empat puluh hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kami sekarang.” Tanya kami, “Ya Rasulullah, ketika sehari seperti setahun, cukuplah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? Jawab beliau, “Tidak. Tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.” Tanya kami, “Berapa kecepatannya berjalan di bumi?” jawab beliau, “Seperti hujan ditiup angin.” (HR. At-Tirmidzi)
Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada seorang nabi melainkan dia meningatkan umatnya supaya waspada terhadap si picak, pembohong besar. Ketahuilah dia picak, sedangkan Tuhanmu tidak picak. Antara kedua matanya tertulis: kafir” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Dari Huzaifah bin Yaman, Rasulullah Saw bersabda, “Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara keduanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang tahu baca tulis atau tidak” (HR. Ibnu Majah)
Ini bukan saja menunjukkan penglihatan Nabi Saw yang luar biasa, melainkan pula menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa atau segolongan bangsa, yang anggotanya terbesar di tiap-tiap tempat di seluruh penjuru dunia. Karena Dajjal itu hanya satu orang, niscaya ia tidak dapat melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi Saw, sekalipun ia dapat bergerak secepat kilat. Tidak mungkin satu orang dapat membawa Surga dan neraka ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang menolaknya, dan tak satu tempat tinggal pun yang tak dikunjunginya. Iya toh?
Semua pekerjaan tersebut tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai masalah kecepatan saja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah. Misalnya dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semula ini harus dilakukan di tiap-tiap kota dan desa, dan betapa pun singkatnya waktu yang di butuhkan untuk menjalankan penyiaran dan segala tetek-bengeknya, namun pekerjaan dan perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pastilah memakan waktu.
Seandainya di tiap-tiap tempat hanya diperlukan waktu selama satu jam, maka untuk mengelilingi 700.000 desa di India saja misalnya, ia akan memerlukan waktu seratus tahun. Wow! Sungguh lama, bukan? Dengan demikian, ia memerlukan waktu beribu-beribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia.
Akan tetapi, lain halnya jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa. Jika yang melakukannya suatu bangsa, maka pelaksanaan semua hal itu bukan saja masuk akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melaikan pula fakta-fakta sudah dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Dan, ini sekaligus menunjukkan betapa tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad Saw.

ANCAMAN DAJJAL
Setiap nabi yang diutus kepada suatu kaum pasti akan memperingatkan umatnya tentang bahaya Si Mata Satu pembuat kebohongan, ketahuilah, matanya buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Dan, di antara kedua matanya tertulis ‘Orang Kafir’ (Nabi Muhammad Saw).
Begitulah. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas memperingatkan kita akan bahaya Dajjal. Dajjal, menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam kitab Sunnah Rasul, adalah sosok yang digunakan oleh Allah Swt untuk menguji hamba-hamba-Nya pada masa-masa fitnah, yakni untuk mengetahui siapa yang benar-benar mengikuti Rasulullah Saw dan siapa yang kemudian berbalik dari mengikutinya.
Makna Dajjal sendiri memiliki banyak penafsiran. Demikian juga konotasi “Mata Satu”. Ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu lahir dalam bentuk fisik manusia dengan ciri utama bermata satu (cacat sebelah mata atau picak). Ada juga yang mengatakan bahwa Dajjal itu “satu pandangan” yang eksklusif tanpa toleransi dan tidak menghiraukan pandangan orang lain sama sekali. Namun di sisi lain, ada juga yang menafsirkan Dajjal sebagai teknologi, yakni kiblat peradaban Barat moderen yang mengandalkan “mata akal” tanpa memedulikan “mata hati” atau ajaran Ilahi.
Terlepas dari arti mana yang paling sesuai dengan hakikatnya, yang terpenting bagi kita adalah upaya menghindari tipu muslihatnya. Baik dari manusia picak yang suka berbohong, dari pandangan eksklusif yang radikal, maupun dari buaian teknologi yang amat memukau-melenakan. Sebagaimana yang diceritakan oleh Sahabat Hudzaifah, di antara kemahiran tipu mulihat Dajjal adalah kemampuannya untuk menyulap kebenaran dengan kebatilan dan sebaliknya. Hudzaifah mengisahkan, Dajjal keluar dengan membawa air dan api.
Yang dilihat oleh manusia sebagai api, sebenarny adalah air. Sementara apa yang dilihat oleh manusia sebagai air, sebenarnya adalah api. Rekayasa Dajjal semakin sempurna karena bersamanya ada dukungan materi yang melimpah. Sahabat Mughirah berkata, “Bersamanya ada gunung roti dan sungai air.”
Melalui dua senjata utamanya itulah (yaitu tipu muslihat dan iming-iming materi). Dajjal dikisahkan hadir di masa-masa fitnah. Sebuah masa yang tepat sehingga Dajjal berhasil menyedot massa yang tidak sedikit, yang segera akan digiring ke dalam surganya (baca-neraka-Nya). Dicertakan, mayoritas pengikut Dajjal adalah mereka yang tidak memiliki furqon (kemampuan memilih antara yang hak dan yang batil).
Oleh karena itu, Rasulullah Saw memberi teladan kepada kita semua umatnya ini, dengan selalu berdoa kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal. Doa ini lebih sering diucapkan Rasulullah Saw dalam tasyahud akhir menjelang sama. “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksaan jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah al-masikh ad-Dajjal.” (HR. Muslim dari Anas dan Abu Hurairah)
Meskipun di antara kita tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam wujud apa Dajjal itu akan muncul; seyogianya kita tetap berhati-hati. Apalagi mengingat, salah satu masa-masa fitnah itu mungkin berupa masa pailit atau multikrisis seperti yang tengah menimpa bangsa kita saat ini. Iya, bisa jadi begitu. Maka sikap hati-hati memang harus lebih diutamakan.
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI
Di dalam Al-Qur’an memang tidak disebutkan kata Dajjal. Baik secara eksplisit maupun secara implisit. Namun, sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa Dajjal dalam Al-Qur’an sering kali disebut dengan Ya’juz dan Ma’juz. Tentang hal ini, Al-Qur’an menjelaskan dalam Surat Al-Kahfi ayat 94, “Mereka berkata, ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juz dan Ma’juz itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara kamu dan mereka.”
Dalam Al-Qur’an dan Terjemahannya terbitan Departemen Agama RI, Ya’juz dan Ma’juz disebutkan sebagai dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi. Sebagaimana halnya yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol dahulu. Bila Al-Qur’an tidak menjelaskan secara tegas dan pasti, bukan berarti Dajjal itu tidak ada. Mengapa? Sebab beberapa hadits Rasulullah yang diyakini kesahihannya secara jelas melengkapi apa yang disitir sebagai Ya’juz dan Ma’juz dalam Surat Al-Kahfi tersebut.
Misalnya hadits yang diriwayatkan Muttafaq ‘Alaih (Bukhari-Muslim) dari Hudzaifah yang menyebutkan: Tidak seorang Nabi pun yang di utus Allah melainkan dia telah memperingatkan umatnya perkara Dajjal. Sesungguhnya Dajjal itu bermata sebelah, yang tidak dapat digunakan adalah yang sebelah kanan. Dalam hadits lain dikatakan: Dajjal itu akan datang membawa api dan air, apa yang dilihat orang banyak sebagai api sebenarnya adalah air, dan yang dilihat sebagai air adalah api.
Menurut pakar tafsir Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab (dalam bukunya Quraish Ahihab Menjawab), hadits-hadits tentang Dajjal memang lumayan banyak. Antara lain diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim seperti telah disebutkan di atas. Dalam beberapa riwayat dikemukakan juga bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Tidak akan bangkit kiamat sebelum datang sekitar 30 orang pembohong-pembohong, yakni Dajjal-Dajjal, semua mengaku sebagai Rasul Allah” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai melalui Abu Hurairah)
Quraish Shihab berpendapat bahwa Dajjal yang terbesar adalah yang akan menjelang hari kiamat. Mengutip pakar hadits Ibnu Hajar, dalam bukunya Fath Albary, berdasarkan sekian banyak riwayat yang bersumber dari Sahabat Nabi Abu Said al Khudry, ia menyebut sekian banyak sifat dan keadaannya, antara lain bahwa Dajjal adalah seorang Yahudi, tidak memiliki anak, tidak dapat masuk ke Makkah dan Madinah (HR. Muslim), buta sebelah, mata sebelah kirinya berkilau bagaikan bintang kejora. Ia akan bangkit dari timur. Ada riwayat yang menyatakan dari Khurasan, ada lagi yang menyatakan dari Asfahan, yaitu daerah Iran sekarang (HR. Muslim).
Pada mulanya, menurut Quraish Shihab, Dajjal menampakkan kesalehan, kemudian mengakui sebagai nabi, dan terakhir mengaku sebagai Tuhan. “Memang menurut riwayat, Dajjal memiliki sekian keistimewaan yang dapat mengelabui manusia, tetapi manusia yang menggunakan pikirannya tidak akan terpedaya apalagi mengakuinya sebagai Tuhan atau Nabi.” Demikian penjelasan Quraish Shihab.
Ia kemudian menambahkan. Kelompok Ahl Sunnah, lebih pakar hadits mengakui adanya apa yang dinamai Dajjal dan menggambarkan Dajjal sebagai satu sosok manusia yang menjerumuskan umat Islam. Akan tetapi, kelompok Mu’tazilah yang cenderung sangat rasional menolak kebenaran hadits-hadits itu.
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL
Dalam berbagai hadits, Rasulullah Saw mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap Dajjal “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini yang lebih dahsyat daripada Dajjal. Dan Allah Swt tidak mengutus seorang Rasul atau Nabi pun kecuali ia memperingatkan umatnya terhadap kemunculan Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan kamu sekalian adalah umat terakhir pula. Dajjal pasti keluar dari tengah-tengah kalian. Jika ia keluar sedangkan aku ada di antara kalian, maka aku akan mengalahkannya dengan hujjah dan kemampuanku. Jika ia keluar setelah aku tiada maka setiap orang akan menjadi penolong dirinya sendiri untuk mengalahkan musuhnya. Allah adalah penggantiku bagi setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah, dan Al-Hakim).
Dimanakah Dajjal itu akan muncul, kapan kemunculannya, bagaimana rupanya, sehebat apa kekuatannya, berapa umurnya, dan di mana tinggalnya? Itulah berbagai pertanyaan orang mengenai sosok Dajjal tersebut. Nah, uraian berikut kiranya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Apa yang terbayang di benak Anda jika mendengar kata ‘Segitiga Bermuda’ disebut? Hmhm. Pasti Anda akan membayangkan sebuah tempat yang misterius. Sebuah tempat yang senantiasa menyimpan berbagai macam misteri sebab benda-benda yang berada atau melintas di atasnya selalu akan musnah atau menghilang secara tiba-tiba tanpa jejak sama sekali. Benarkah ada sesuatu di sana? Apa penyebab sejumlah pesawat terbang dan kapal laut secara tiba-tiba menghilang saat melintas di atasnya?
Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai misteri Segitiga Bermuda. Ada yang menyatakan bahwa lokasi tersebut memiliki medan magnet yang sangat tinggi (kuat). Jadi, benda-benda yang mengandung logam, akan mudah tertarik ke pusatnya. Pendapat ini dikemukakan oleh Albert Einstein dengan teori relativitasnya.
Ada pula yang menyatakan bahwa hilangnya benda-benda (yakni pesawat terbang dan kapal laut) itu memasuki gerbang waktu. Iya, benda-benda itu diyakini memasuki wilayah gerbang waktu. Akibatnya, ketika berada tepat di atas wilayah Segitiga bermuda akan menghilang. Adapun hilangnya itu bisa kembali ke masa lampau atau muncul lagi di masa depan nanti.
Ada juga yang menyatakan bahwa lenyapnya benda-benda itu karena ditelan atau dibawa oleh UFO (Unidentified Flying Object) atau piring terbang. Sementara yang lain mengatakan, benda-benda tersebut hilang karena masuk dalam dunia paralel. Mereka ada di dunia yang berbeda dengan dunia yang sebelumnya. Dari empat teori di atas, ketiga teori yang terakhir disebut dengan teori mekanika kuantum.
Benarkah semua “dugaan” tersebut? Hingga saat ini, belum ada yang mampu menjelaskannya secara ilmiah. Maka berbagai hasil penelitian dan teori-teori di atas seakan terbantahkan ketika hal itu tak mampu dibuktikan.
Lalu, apakah yang menyebabkannya? Dajjal. Iya, mungkin inilah jawaban terakhir yang dikemukakan oleh sejumlah orang mengenai hilangnya sejumlah pesawat terbang dan kapal laut di wilayah Segitiga Bermuda. Dajjal, sesosok makhluk terlaknat dan pembuat fitnah itu, kini dituding melakukan semua itu karena persongkokolannya dengan setan.
Muhammad Isa Daud, penulis buku Dajjal Muncul di Segitiga Bermuda, menjelaskan bahwa musnahnya benda-benda itu disebabkan oleh si makhluk bermata satu alias Dajjal. Daerah Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terletak di antara Florida (Amerika) di sebelah barat, Puerto Rico di sebelah timur, dan Pulau Bermuda di sebelah utara. Nah, ada yang mengatakan bahwa Florida berasal dari kata Flory dan ida yang berarti ‘dukun yang ditunggu’ atau ‘Tuhan masa depan.’
Segitiga Bermuda terletak di Samudera Atlantik. Menurut Isa Daud, di situ terdapat sebuah pulau yang dikuasai oleh sekumpulan makhluk, yakni setan yang bekerja sama dengan Dajjal, untuk menghancurkan umat manusia. Nama pulau itu adalah “Pulau Setan” (mohon maaf, tolong bedakan pulau ini dengan Pulau Setan yang terletak di Guyana, Amerika Selatan).
Di sekitar wilayah Segitiga Bermuda tersebut, sebagaimana yang diterangkan oleh Isa Daud, Dajjal bersama setan berkomplotan dan terus berusaha menyebarkan misinya. Misinya itu disebarkan melalui orang-orang kepercayaannya, yakni sesama penyembah setan. Mereka (yaitu orang-orang kepercayaannya) mengajari manusia dengan berbagai bujukan dan rayuan sehingga manusia terkesima dan takjub pada apa yang disuguhkan dan disajikan. Maka, pada hari kiamat nanti, dari lokasi Segitiga Bermuda inilah Dajjal akan muncul dan melakukan fitnah secara besar-besaran kepada seluruh umat manusia. Pada saat tersebut Dajjal akan membangga-banggakan cara-cara Yahudi karena ia dipercaya merupakan keturunan Yahudi.
Muhammad Isa Daud menegaskan bahwa ia membuat kesimpulan di atas, bukan atas pendapatannya sendiri, melainkan berdasarkan sejumlah manuskrip kuno yang ia pelajari dari beberapa orang Muslim yang tinggal di Palestina, Arab Saudi, Yaman, Swedia, Amerika, Inggris, Jerman, dan lainnya. Mereka itulah, ungkap Isa Daud, yang memiliki data mencengangkan dan belum pernah dipublikasikan oleh orang lain.
Konon, sebelum sampai di Pulau Bermuda atau tinggal di daerah Segitiga Bermuda tersebut, Dajjal dahulunya tinggal di sebuah pulau di Laut Yaman. Awalnya, Dajjal lahir di sebuah keluarga penyembah berhala di zaman setelah Sam bin nuh. Ia dilahirkan di daerah Sodom dan Gomorah (umat kaum Luth) dalam keadaan cacat di matanya.
Sejak kecil, si anak (Dajjal) ini sudah sering kali menyusahkan orang tuanya. Ia pernah tidur sekitar empat tahu lamanya dan tidak bisa berjalan. Suatu hari di tengah lelapnya tidur, si anak terbangun dan mendatangi berhala sesembahan kedua orang tuanya, kemudian tidur lagi di pangkuan berhala itu. Saat itulah kedua orang tuanya mengumumkan kalau anak mereka merupakan anak Tuhan.
Orang-orang yang sebelumnya mendengar bahwa anak tersebut tidak bisa berjalan, spontan menertawakan dan mencomoohnya. Sebagai lainnya, ada yang mengambil air berkah. Oleh banyak orang, si orang tua kemudian dilaporkan kepada hakim dan diputuskan keduanya harus berpisah dengan sang anak. Sang anak ditahan di pengadilan atau istana, sedangkan orang tuanya di bagian lain penjara.
Namun, saat terjadi azab kepada penduduk Sodom dan Gomorah, anak ini diselamatkan oleh Malaikat Jibril ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni di Laut Yaman. Jarak ke Laut Yaman membutuhkan perjalanan yang sangat lama. Dan jika ingin ke pulau tersebut harus melewati terjangan ombak dahsyat. Jika tak ekstra berhati-hati, maka akan tenggelam. Selama di pulau tersebut, Jibril menugaskan seekor binatang yang badannya dipenuhi bulu lebat untuk merawat dan membantu si manusia cacat itu.
Singkat cerita, ketika sudah semakin besar, si anak (Dajjal) memutuskan keluar dari pulau tak berpenghuni itu. Ia lalu pergi mengembara ke mana saja. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
Dalam pertemuannya dengan Nabi Musa, Dajjal semula menjadi pengikutnya. Namun dibalik pertemuan tersebut, Dajjal rupanya memiliki maksud jahat. Karena kekagumannya pada Musa, ia pun menggunakan nama Musa. Untuk membedakannya dengan Musa dari Mesir (yaitu Nabi Musa), maka ia memakai nama Musa Samiri alias Musa dari Samirah, tempat lahirnya sewaktu masih di Palestina.
Karena perbuatannya mengajak Bani Israil membuat patung anak lembu, Nabi Musa As, lalu mengusir Musa Samiri. Kemana perginya Musa Samiri (Dajjal) setelah diusir Nabi Musa? Sayangnya tidak ada keterangan lanjutan.
Muhammad Isa Daud menyebutkan bahwa sejak diusir itu, Musa Samiri mengembara lagi ke berbagai tempat. Ia terus belajar mengenai sikap umat manusia. Ia juga terus mencari celah untuk menjerumuskan umat manusia.
Beberapa saat sebelum kelahiran Rasulullah Saw, Dajjal kembali ke pulau tempat ia dibesarkan oleh seekor makhluk berbulu tebal. Saat mendarat itulah, oleh makhluk berbulu tebal tersebut, Dajjal disuruh berjalan ke bagian dalam gua. Saat membelakangi dinding gua, Dajjal kemudian terpasung. Makhluk tersebut menyatakan bahwa ikatan itu (pasungan di Dajjal) hanya akan bisa lepas saat waktunya telah tiba. Dalam penuturan Isa Daud, Dajjal terpasung selama lebih kurang 63 tahun. Sama dengan usia Rasulullah Saw.
Setelah bebas Dajjal kembali mengembara. Puncaknya, ia pergi ke Segitiga Bermuda dan akhirnya bertemu dengan setan. Ia sangat diagungkan oleh setan. Lalu, keduanya membuat perjanjian bersama untuk menghancurkan umat manusia dan memalingkannya dari menyembah Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan keterangan Muhammad Isa Daud, hingga hari ini Dajjal masih hidup. Kendati usianya sudah lebih dari 4.000 tahun, tetapi fisiknya masih tetap muda. Konon tak ada yang bisa menandingi kekuatannya hingga turunya Isa Al-Masih, putra Maryam yang akan membunuhnya.
Bagaimana ceritanya kok usia Dajjal itu begitu panjang? Begini. Usia Dajjal sangat panjang karena ia merupakan satu dari tiga makhluk yang muntazhar (ditangguhkan) atau diperpanjangkan umurnya. Adapun selain Dajjal, dua makhluk lain yang dipanjangkan umurnya adalah setan dan Nabi Isa As. Nah, hanya Nabi Isa As. Inilah yang mampu mengalahkan dan membunuh Dajjal.
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI
SETAN DI AMERIKA SERIKAT
Pada era modern saat ini, Dajjal muncul dalam berbagai versinya. Salah satunya yang paling jelas adalah dalam bentuk kekuatan dan gerakan zionisme internasional. Seperti disebutkan dalam buku Dajjal dan Simbol Setan karya dai kondang KH. Toto Tasmara, Dajjal telah ada sejak dahulu dalam bentuk ajaran palsu lagi sesat untuk menghancurkan semua agama yang ada. Hingga akhirnya mereka semua seluruh umat manusia masuk ke dalam perangkap jaringan konspirasi zionisme internasional.
Dalam pandangan Toto, dendam sejarah kaum Yahudi yang selalu menjadi bulan-bulanan bangsa-bangsa yang menjajahnya sampai pada saat diaspora (yakni saat mereka tercerai berai di berbagai negara), menyebabkan mereka tak henti-hentinya mencari jalan untuk membalas kekalahan tersebut.
Sejauh mana keterkaitan antara Dajjal dan Yahudi, yang kini antara lain direpresentasikan oleh gerakan zionisme internasional, dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw berikut. “Maka apabila Dajjal sudah terbunuh, orang Yahudi pun menjadi hancur lebur barisannya, yakni sama-sama berperang untuk membela Dajjal dan jumlahnya mencapai puluhan ribu” (HR. Imam Ibnu Majjah). Hadits ini mengisyaratkan bahwa Dajjal dan para pengikutnya adalah kaum Yahudi  sendiri.
Dalam perjalanannya kemudian, gerakan Dajjal dikembangkan sebagai agama dari ritual Freemason. Gerakan ini disebut Freemasonry, yakni salah satu sayap gerakan zionisme Internasional yang belakangan “membungkus” gerakannya dalam bentuk aktivitas sosial dan kepedulian pada masa depan manusia. Freemason sebenarnya telah lama diketahui pihak gereja Katolik Roma. Kala itu, gerakan Freemason dengan gencarnya menyerang eksistensi gereja sehingga pihak gereja mengeluarkan fatwa penguncilan terhadap anggota Freemason.
Para anggota gerakan Freemason pun beragam. Selain pejabat penting dan tokoh internasional, beberapa presiden Amerika juga tercatat pernah menjadi anggota gerakan ini. Antara lain, George Washington, James Monroe, Andrew Jackson, James Knox Polk, James Buchanan, William McKinley, Theodore Roselvelt, William H. Taft, Warren G. Harding, Harry S. Truman, dan Gerald Ford. Sebagai gerakan kaum Yahudi, Freemason menyebarkan agenda terselubungnya yang dibungkus dalam ajaran menyesatkan, yakni aliansi Mistik Setanisme, yang secara golbal dipahami sebagai paham pemujaan terhadap materi dan mengingkari eksistensi Tuhan dan ajaran agama.
Sejauh ini, sebagaimana yang dikutip Toko Tasmara, paham Setanisme dapat diketahui melalui ajaran-ajarannya. Di antaranya: Setanisme adalah bentuk lain dari pencampuran segala ajaran mistik, penyembahan terhadap dewa-dewa kegelapan yang kemudian dikemas dalam penalaran rasional; ajaran Setanisme zionis juga diperlambangkan melalui mata uang dolar AS, yakni In God We Trust One, yang bermakna bahwa dewa Lucifer sebagai Jehovah (the son of God) harus diwujudkan cita-citanya membangun satu tatanan dunia baru yang sekuler dengan mengambil Tuhan yang satu, yakni ‘materi’.
Dalam kenyataannya, tata dunia baru kini dibangun dan direpresentasikan oleh Amerika Serikat. “Tak lebih dan tak kurang, pemerintah AS telah melambangkan Dajjal Besar, seperti dilambangkan melalui monumen Washington sebagai setan besar, sementara Israel adalah ‘setan’ kecil.” Demikian tulis Toto Tasmara.
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT
Penyair Taufiq Ismail pernah gundah. Dalam puisinya yang berjudul “Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pesimis”, penyair kawakan ini mengeluh atas kekejaman negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Ya, ya. Kenyataannya negara-negara maju tersebut pada dasarnya memang menjajah Indonesia dengan berkedok globalisasi.
Taufiq mungkin benar. Musuh besar yang sedang kita hadapi hari ini adalah penjajahan terselubung. Setelah 400 tahun penjajahan fisik, mereka kemudian datang kedok HAM, demokrasi, dan liberalisasi. Konspirator besar itu, tak lain adalah negara-negara Amerika Serikat. (AS), Eropa, dan Zionisme.
Melalui IMF dan World Bank, AS berhasil mengendalikan Indonesia dengan hutang. Sebagai contoh dalam satu dekade terakhir lalu, per Januari 2002 hutang Indonesia menjadi Rp. 1.401 triliun. Akibatnya, kekayaan alam RI dengan mudah dan sangat kentara dikeruk oleh perusahaan-perusahaan AS. Sebut saja tambang emas Busang dan puluhan BUMN kita. Itu baru contoh besar yang tampak jelas di mata. Bagaimana dengan yang “kecil-kecil” lainnya dan tidak di blow up? Bisa jadi jumlahnya lebih banyak lagi.
Lihatlah, betapa jahatnya AS ketika mengancam tidak akan mengucurkan dana IMF kepada Indonesia sebelum Megawati menangkap aktivis militan Islam seperti Ustaz Abu Bakar Baasyir atau Ustaz Ja’far Umar Thalib. Atas nama HAM dan kemanusiaan pihak AS mengultimatum seperti itu. Sungguh, sebuah ironi. Betapa tidak? HAM dan kemanusiaan macam apa yang sedang diperjuangkan oleh AS, sementara AS sendiri dengan ultimatumnya itu berarti sedang mengintimidasi Indonesia? Benar-benar omong kosong, bukan? Tapi entah kenapa kita tidak begitu menyadarinya. Rasanya kita menuruti saja apa-apa yang diminta oleh AS. Entahlah. Mungkin kita sudah terbius perkataan/negosiasi “indah” yang dilontarkan untuk membungkus kedustaan-kedustaan yang nyata.
Selanjutnya, AS juga memaksa memasukan 20 ribu ton paha ayam bekas (chiken leg quarter) ke pasar Indonesia. Tahukah Anda? Paha ayam “bekas” tersebut di AS sendiri tidak dikonsumsi. Artinya hanya menjadi sampah. Alasannya, tak layak konsumsi sebab tidak memenuhi derajat kesehatan manusia. Tapi mengapa AS yang selalu mendengung-dengungkan HAM dan kemanusiaan justru memaksa manusia-manusia Indonesia untuk mengounsumsinya? Tidaklah ini berarti AS melanggar HAM, khususnya di bidang kesehatan manusia? Hmhm, ta[i siapa berani terang-terangan menolak titah AS tersebut? Terlebih AS tak kalah cerdik (lebih tepatnya sih licik). AS lagi-lagi mengultimatum: bila Indonesia tidak mau menerima paha ayam sampah, ekspor udang Indonesia ke AS akan ditolak. Bahkan untuk hal seperti ini, AS mengancam pula dengan sangsi ekonomi. Sungguh gila, bukan?
Untuk mengukuhkan hegemoninya atas negara lain, AS tak sungkan-sungkan menerapkan standar ganda. Bersama sekutunya, AS membentuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan kekuasaannya yang besar di PBB, yang dinamakan hak veto, AS memperkuat legimitimasi untuk kepentingan internasionalnya. Maka tidaklah mengherankan apabila AS dapat dengan mudah menggagalkan segala keputusan yang dianggap bertolak belakang dengan kepentingannya. Tidak peduli sebaik dan seadil apa pun sebuah keputusan, jika bertolak belakang dengan kepentingan AS ya bisa saja berlangsung dibatalkan. Begitulah. Sebuah hegemoni yang dahsyat memang.
Amerika Serikat menginginkan seluruh dunia ikut dalam tatanan baru yang dinamakan ‘Paz Americana’. Sesuai dengan namanya, Pax Americana berkehendak agar semua orang tunduk padanya. Simaklah ucapan Presiden Bush pada bulan Oktober 2001 berikut. Waktu itu Presiden Bush mengatakan, “Either you are with us, or you are with terrorist” (Anda ikut bersama kami, atau menjadi bagian dari teroris).
Perkataan tersebut jelas merupakan ucapan congkak seseorang yang ingin berkuasa di dunia. Dengan kebijakan “carrot” and stick policy’-nya, AS tidak segan-segan memberikan imbalan kepada negara yang bersekutu dengannya. Sebaliknya, akan tidak sungkan-sungkan untuk menghajar negara yang tidak taat kepadanya. Anda sekalian sudah menyaksikan sendiri ‘kan perilaku AS yang demikian itu?
Dengan standar gandanya, kepada dunia AS senantiasa melakukan kampanye demokrasi. Tak terelakkan, AS menyebut diri sebagai the champion of democracy (sang jawara demokrasi). Namun, apa kenyataannya? AS justru sering kali menjadi pendukung utama kediktatoran, bahkan penjajahan.
Seorang pengamat politik, Riza Sihbudi, membeberkan banyak fakta kemunafikan AS dalam berpolitik. Bukti nyatanya, antara lain ketika AS (melalui militer) dengan seenaknya menggagalkan kemenangan partai FIS (Front Islamic du Salut) di Aljazair pada tahun 1991. FIS dituduh akan memanfaatkan demokrasi untuk membangun ‘kediktatoran agama’. Padahal, menurut Riza, alasan sesungguhnya adalah adanya ketakutan jenderal korup yang bakal kehilangan kekuasaan mereka; juga kekhawatiran klasik Barat terhadap revivalisme Islam. Bukti-bukti yang lain adalah serangan kepada Kolonel Khadafi di Libya (1986), serangan terhadap Khomaini dan Iran (1980), dan serangan kepada Irak (1991).
 Sesuai dengan lapotan resmi PBB pada tahun 1992, apa yang dilakukan AS terhadap Irak dengan embargonya telah mengakibatkan hampir, 1,5 juta penduduk Irak, termasuk balitanya menderita karena masalah kesehatan. Nah, lho. Tidaklah ini merupakan pelanggaran terhadap HAM rakyat Irak oleh AS? Sementara di sisi lain, AS membiarkan Israel atas pembantaiannya di Palestina. Sudah jelas puluhan ribu warga Palestina tewas di tangan Israel. Anehnya, AS diam saja. Tidak berkoar-koar soal pelanggaran HAM dan kemanusiaan sebagaimana yang dilakukakannya terhadap negara lain yang bukan sekutunya? Kenapa? Yang aneh, koran-koran di media massa AS bahkan menyebut Israel sebagai negara yang menjadi korban terorisme. Waduh, amat parah bukan kemunafikan AS tersebut?

Karena sikapnya yang terlalu munafik itulah, menurut Noam Chomsky, seorang profesor Linguistik dari Massachusset Institute of Technology (MIT), AS telah melahirkan banyak sikap anti-Barat dan perlawanan terhadap AS. Tak terelakkan, kekecewaan atas gaya AS tersebut kemudian melahirkan sikap permusuhan yang ujungnya memunculkan sikap ekstrimitas. Dengan geram, Noam Chomsky dalam bukunya Maling Teriak Maling: Amerika Sang Teroris? Menjuluki AS sebagai negara teroris yang sesungguhnya.

TENTANG PENULIS
Penulis bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis  berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan pendidikanya S1.
Meski masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN.
Beberapa naskah yang telah di terbitkan antara: Mengungkap Tabir Kehidupan (Penerbit Muda Publisher, 2017), Rahasia Dahsyat Di Balik Keajaiban Surat Al-Faatihah (Oase Pustaka, 2017).
Penulis dapat di hubungi melalui emailnya: jamaludinrifai442@gmail.com atau menghubungi kontak : 0853-4000-8577

0 komentar:

Posting Komentar