JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA
BESAR DI AKHIR ZAMAN
(MUNCULNYA DAJJAL, YA’JUZ MA’JUZ,
IMAM MAHDI, & ISA AL MASIH)
“TIDAK
AKAN BANGKIT KIAMAT SEBELUM DATANG SEKITAR 30 ORANG PEMBOHONG-PEMBOHONG, YAKNI
DAJJAL-DAJJAL, SEMUA MENGAKU SEBAGAI RASUL ALLAH” (HR. AT-TIRMIDZI DAN AN-NASAI
MELALUI ABU HURAIRAH)
KATA
PENGANTAR
Buku
ini membahas empat peristiwa besar yang akan terjadi di akhir zaman, dengan
berbagai rangkaian peristiwa yang melingkupinya. Di masa, kehidupan dunia konon
akan benar-benar berakhir dengan makin dekatnya masa-masa peperangan besar dan
huru-hara yang merupakan perwujudan hari kiamat. Semua kitab suci agama-agama
besar menyebutkan tanda-tanda serupa, yakni tanda-tanda yang berkaitan dengan
akhir zaman. Lebih dari itu, kenyataan-kenyataan yang ada di zaman sekarang
diakui atau tidak memang meperkuat tanda-tanda tersebut.
Buku
ini ditulis dengan tujuan untuk menakuti Anda, pembaca sekalian yang budiman.
Hmhm. Kalau soal takut, penulis sendiri juga merasa takut jika membayangkan
kondisi di akhir zaman nanti. Tapi, buku ini ditulis dengan tujuan sebagai
pengingat bagi kita semua, Anda sekalian dan saya. Pengingat atas apa? Yah,
sebagai pengingat supaya kita tidak terjerumus ke dalam
perselisihan-perselisihan tak menentu.
Bukan
rahasia lagi. Kita sudah tahu sama tahu bahwa kondisi zaman sekarang dikabarkan
menyerupai tanda-tanda yang dihubungkan dengan kedatangan Dajjal dan akhir
zaman. Memang sih, hal tersebut memancing banyak perdebatan di kalangan
agamawan dan ilmuwan. Tapi mau bagaimana lagi? Kabar kondisi semacam itu
faktanya memang ada dan menyebar dengan manisnya.
Secara
ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa ringkas, buku ini juga
menjabarkan beberapa peristiwa yang terjadi di zaman akhir. Meskipun banyak
kontroversi dan teori konspirasi yang
dikaitkan dengan munculnya Dajjal, buku ini mencoba menguraikan dari
sumber-sumber berbeda. Baiklah. Semoga buku ini bisa menjadi pelengkap dari
bacaan-bacaan. Semoga bermanfaat kepada para pembaca yang budiman.
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?.............................................................. 1
CIRI-CIRI DAJJAL...................................................................................... 7
ANCAMAN DAJJAL.................................................................................... 10
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI........................................... 11
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL....................................... 13
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI SETAN
DI AMERIKA SERIKAT............................................................................. 18
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT..................................... 20
AMERIKA DAN KONSPISARI SETAN................................................... 23
LADY GAGA DAN SIMBOL-SIMBOL DAJJAL.................................... 27
OLIMPIADE 2012 DAN KEMUNCULAN
DAJJAL............................... 34
BAGIAN
2
MISTERI
YA’JUZ MA’JUZ
MISTERI
YA’JUZ MA’JUZ........................................................................ 37
BERBAGAI
PENAFSIRAN......................................................................... 37
YA’JUZ
MA’JUZ DALAM AL-QUR’AN DAN INJIL............................ 38
YERUSALEM................................................................................................ 39
CIRI-CIRI
YA’JUZ MA’JUZ....................................................................... 43
PERJALANAN
BANGSA ALAN............................................................... 48
YA’JUZ
MA’JUZ MASA KINI.................................................................... 53
YA’JUZ
MA’JUZ DAN ZIONISME............................................................ 58
BAGIAN
3
IMAM
MAHDI DAN TANDA-TANDA
KEMUNCULANNYA
IMAM
MAHDI DAN TANDA-TANDA KEMUNCULANNYA............. 60
TANDA-TANDA
KEMUNCULAN............................................................ 60
TIGA
PERISTIWA PENTING.................................................................... 62
LARANGAN
AGAMA YANG MENDAPATKAN PENERIMAAN..... 66
IMAM
MAHDI DAN WAKTU YANG DIPERPENDEK........................ 73
TUGAS-TUGAS
IMAM MAHDI................................................................ 75
IMAM
MAHDI DAN ZAMAN KEEMASAN............................................ 76
JURU
SELAMAT TIGA AGAMA BESAR............................................... 79
SIAPA
IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN?........................................... 80
BEBERAPA
TOKOH YANG MENGAKU SEBAGAI
IMAM MAHDI.............................................................................................. 85
BAGIAN 4
MUNCULNYA ISA AL MASIH
MUNCULNYA
ISA AL MASIH.................................................................. 87
SIFAT-SIFAT
APA YANG DIMILIKINYA SEHINGGA DIA BISA DIKENALI? 90
TANDA-TANDA
KEMUNCULAN ISA AL MASIH............................... 102
TEMPAT
TURUNNYA ISA AL MASIH................................................... 107
PENUTUP....................................................................................................... 110
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 113
TENTANG
PENULIS................................................................................... 115
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
Salah
satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat adalah munculnya Dajjal. Apakah
Dajjal itu? Dajjal sering digambarkan sebagai sosok makhluk bermata satu dan
suka menyebarkan fitnah. Yang lebih parah, Dajjal juga mengaku dirinya sebgai
Nabi atau Tuhan. Akibatnya, banyak umat manusia yang menjadi rusak akhlaknya
gara-gara terperdaya oleh tipu daya dan fitnah Dajjal tersebut. Dajjal hanya
bisa dikalahkan oleh Nabi Isa AS. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw senantiasa
berdoa agar dijauhkan dari fitnah Dajjal.
Kata
Dajjal berasal dari kata Dajala, artinya, menutupi sesuatu. Kamus Lisanul Arab
mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat,
ia disebut Dajjal karena “Ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan
kepalsuan.” Pendapat lainnya mengatakan, “Karena ia menutupi bumi dengan
bilangannya yang besar.” Pendapat ketiga mengatakan, “Karena ia menutupi
manusia dengan kekafiran.” Pendapat keempat, “Karena ia bersebar dan menutupi
seluruh muka bumi.”
Pendapat
lain mengatakan bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang-barang
dagangannya ke suluruh penjuru dunia. Jadi artinya, menutupi dunia ini dengan
barang-barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahw aia dijuluki
Dajjal karena senantiasa mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya.
Dalam artian, ia selalu menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
Yeah bolehlah dibilang munafik.
Kata
Dajjal tidak tertera dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, dalam hadits sahih diterangkan
bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi
melindungi orang dari fitnah Dajjal. Jadi menurut hadits ini, Al-Qur’an memberi
isyarat siapakah Dajjal itu.
Dewasa
ini, banyak orang yang sangat lalai memperhatikan soal Dajjal. Padahal,
jauh-jauh hari sebelumnya Nabi Muhammad Saw memperingatkan umatnya mengenai
hal/makhluk yang satu ini sebgai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman.
Begitulah, tidak ada fitnah yang melibihi fitnah Dajjal. Bahkan, bisa dikatakan
bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dari hadir dalam rangka
mengondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
Menariknya
lagi, Nabi Muhammad Saw telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk
menebar fitnah dan kekacauan justru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia
awam telah lalai dan tidak peduli akan keberadaan Dajjal. Ketidakpedulian
mereka sedemikian rupa sehingga bila ada orang yang membicarakan tentang
Dajjal, maka mereka cenderung menertawakannya. Iya, mereka mengganggap Dajjal
sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang
pintar seketika itu. Para penceramah, para ustaz, para da’i dan para Imam di
mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.
Ada
banyak hadits tentang Dajjal dan diriwayatkan oleh sejumlah besar sahabat Nabi
Saw sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih
perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci.
Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab hadits yang amat sahih, bahkan yang
termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.
Hadits
tentang Dajjal yang termuat dalam Mushanad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah
seratus. Dan di antara yang meriwayatkan hadits, terdapat Sahabat kenamaan
seperti Sayyidina Abubakar, ‘Ali, Siti’Aisyah, Sa’d bin Abi Waqqas; Abdullah
bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ‘Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri,
Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka’b,
Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam’an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais,
Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma’ binti Yazid dan Mughirah bin
Syu’bah.
Masih
banyak lagi sahabat yang meriwayatkan hadits tentang Dajjal. Para sahabat
tersebut semuanya sependapat bahwa Nabi Muhammad Saw memang berulang-ulang
menceritakan tentang Dajjal. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi
kenyataan tentang adanya Dajjal. Insya Allah sumber yang mengalirkan ramalan
itu adalah Nabi Muhammad Saw sendiri.
Kebanyakan
hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, mungkin
imajinasi kita malah menggambarkan mirip seorang bajak laut, di dahinya
terdapat tulisan Arab yang terdiri atas huruf kaf. Fa’ dan ra’ di baca kafara,
yang artinya kafir. Membawa keledai, sungai, dan api. Namun jika hadits-hadits
tersebut kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan tampak dengan jelas
bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan sebutan suatu bangsa, atau lebih
tepat lagi, segolongan bangsa.
Ada
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal
itu bukan orang, melainkan bangsa. Sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan
dalam hadits itu bukanlah tempat, melainkan bangsa. Rasulullah Saw bersabda, “Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan
Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan
Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur
dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kami, lalu kamu akan
bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu.”
Di
sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti
pertempuran dengan orang-orang Arab, Persi, dan Roma. Hal ini menunjukkan bahwa
Dajjal adalah suatu bangsa, seperti halnya Arab, Persi, dan Roma. Boleh jadi
yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula
mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu
hal sudah pasti, yakni menurut hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau
segolongan bangsa, bukan seseorang ataupun sesosok makhluk bermata satu.
Dari
Abi Umamah Al-Bihiliy, beliau berkata: “Rasulullah Saw telah berkhutbah di
hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal.”
Baginda
telah bersabda, “Sesungguhnya tidak ada
fitnah kerusakan di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang
dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah Swt ada mengingatkan
kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir, sedangkan kamu adalah
umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi angkatan
kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka
aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah
kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya, dan sebenarnya Allah Swt akan
menjaga orang-orang mukmin. Dajjal itu akan datang nanti satu tempat antara
Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba
Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan aku terangkan kepada kamu
ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada
umatnya. Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah,
tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan.
Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati.
Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah Swt tidak cacat. Dan juga di antara
dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang
pandai membaca ataupun yang buta huruf. Di antara fitnah Dajjal itu juga dia
membawa surga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya surganya sedangkan surganya
itu neraka, yakni panas. Barang siapa di antara kamu yang disiksanya dengan
nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia
membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api
yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk. Di antara tipu dayanya itu juga
dia berkata kepada orang Arab: ‘Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah dan
ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai
Tuhanmu?’ orang Arab itu akan berkata: ‘Tentu.’ Maka syaitan pun datang
menyamar seperti ayah dan ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama, dan
suaranya pun sama. Ibu bapaknya itu lalu berkata kepadanya: ‘Wahai anakku, ikutilah
dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.’ Di antara tipu dayangnya juga dia tipu
seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia berkata kepada
orang banyak: ‘Lihatlah apa yang kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan
kuhidupkan dia seperti semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula.
Kemudian Laknatullah Allah itu bertanya: ‘Siapa Tuhanmu?’ orang yang dia bunuh
itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: ‘Tuhanku adalah Allah, sedangkan
engkau adalah musuh Allah.’ Orang tiu berarti lulus dalam ujian Allah dan dia
termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di surga.”
Sabda
Rasulullah Saw lagi: “Di antara tipu
dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan, tiba-tiba hujan pun
turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, tiba-tiba tumbuh
tanaman. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang
ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakuinya sebagai Tuhan,
maka disebabkan yang demikian itu tanaman-tanaman dan binatang ternak mereka
tidak berkembang baik. Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya
kepadanya dan penduduk kampung itu mengakuinya sebagai Tuhan. Disebabka yang
demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi
berkembang baik. Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak
didatangi Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Kedua kota itu tidak dapat
ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak
pinggiran Mekkah dan Madinah. Namun, ketika Dajjal datang ke pergunungan di
luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu
orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di
Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah
menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.”
Dalam
hadits yang lain, “Di antara fitnah atau
tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal lalu di satu tempat kemudian mereka
mendustakan tidak beriman kepadanya, maka disebabkan yang demikian itu
tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka.
Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya.
Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh
langit supaya menurunkan hujanny adan menyuruh bumi supaya menumbuhkan
tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka
subur.”
Dari
Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun
tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai dan orang jujur tidak
dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak
dipercayai.”
Dari
Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada
waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh Malaikat. Dajjal tidak sanggup
memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal di luar Madinah, kota Madinah
bergegar tiga kali. Orang-orang Munafik yang ada di Madinah, lelaki ataupun
perempuan bagaikan cacing kepanasan, kemudian mereka keluar meninggalkan
Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang
dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi
membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan
oleh Ahmad, hadits yang diterima dari Aisyah Ra. Mengatakan, “Pernah satu hari Rasulullah Saw masuk ke
rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya:
“Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan
Dajjal, maka aku takut mendengarnya,” Rasulullah Saw berkata: “Seandainya
Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari
gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta
dan cacat.”
Dari
Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,“ Dajjal muncul pada waktu orang tidak
berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat
puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang
terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian
hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada
yang bertanya, “Ya Rasulullah, tentang
hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga?
Rasulullah Saw menjawab, “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut
riwayat, Dajjal itu nanti akan berkata, “Akulah Tuhan sekalian alam, dan
matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” kata
sang Dajjal sambil menahan matahari sehinga sati hari lamanya menjadi minggu
atau satu bulan.
Setelah
dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia,
“Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” mereka semua
menjawab, “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan
menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut
riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda, “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku
dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun
tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun.
Kemudian Allah Swt mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin
Mas’ud dan kemudian membubuh Dajjal itu.”
CIRI-CIRI DAJJAL
Membicarakan
masalah Dajjal memang selalu terasa menarik sampai kapan pun. Mengapa? Karena
beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa akhir dunia atau hari kiamat akan
ditandai dengan munculnya Dajjal tersebut. Entah Dajjal yang dimaksud ini
berwujud sosok manusia ataukah hanya sifat (kelakuan) seseorang, sampai saat
ini masih menjadi bahan perdebatan. Namun yang jelas, Dajjal akan
membolak-balikkan fakta kebenaran dengan kebatilan. Banyak terjadi fitnah terhadap
orang Islam. Untuk itulah dalam setiap doa yang kita panjatkan, sebagai Muslim
kita disunnahkan untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah Swt dari fitnah
Dajjal.
Sebagaimana
diterangkan dalam hadits, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia, “Tak ada satu tempat pun didunia yang tidak
diinjak dan tidak dilalui oleh Dajjal.” Hadits lain menerangkan bahwa Dajjal
mengucapkan kata-kata “Tak ada satu tempat tinggal pun yang tak aku masuki.”
Ada
beberapa riwayat ciri-ciri Dajjal menurut Rasulullah Saw. Dari Nawas bin
Sam’an, pada suatu hari Rasulullah Saw berbicara mengenai Dajjal. Kata beliau
Saw, “Dajjal itu pemuda berambut
keriting, matanya picak. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul
Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kamu bertemu dengan dia, bacakan
kepadanya permulaan Surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat yang sunyi
antara Syam (Suriah) dan Irak, lalu merusakkan ke kiri dan ke kanan. Wahai
hamba Allah, karena itu teguhkan pendirianmu.”
Tanya
kami, “Berapa lama dia tinggal di bumi?” Jawab Rasulullah Saw, “Empat puluh hari, sehari seperti setahun,
sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan selebihnya seperti
hari-hari kami sekarang.” Tanya kami, “Ya Rasulullah, ketika sehari seperti
setahun, cukuplah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? Jawab beliau,
“Tidak. Tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.” Tanya kami, “Berapa kecepatannya
berjalan di bumi?” jawab beliau, “Seperti hujan ditiup angin.” (HR.
At-Tirmidzi)
Dari
Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak
ada seorang nabi melainkan dia meningatkan umatnya supaya waspada terhadap si
picak, pembohong besar. Ketahuilah dia picak, sedangkan Tuhanmu tidak picak.
Antara kedua matanya tertulis: kafir” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Dari
Huzaifah bin Yaman, Rasulullah Saw bersabda, “Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara keduanya
tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang tahu baca
tulis atau tidak” (HR. Ibnu Majah)
Ini
bukan saja menunjukkan penglihatan Nabi Saw yang luar biasa, melainkan pula
menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa atau
segolongan bangsa, yang anggotanya terbesar di tiap-tiap tempat di seluruh
penjuru dunia. Karena Dajjal itu hanya satu orang, niscaya ia tidak dapat
melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi Saw, sekalipun ia dapat
bergerak secepat kilat. Tidak mungkin satu orang dapat membawa Surga dan neraka
ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran
kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang
menolaknya, dan tak satu tempat tinggal pun yang tak dikunjunginya. Iya toh?
Semua
pekerjaan tersebut tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai
masalah kecepatan saja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah. Misalnya
dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara
memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semula ini harus dilakukan di
tiap-tiap kota dan desa, dan betapa pun singkatnya waktu yang di butuhkan untuk
menjalankan penyiaran dan segala tetek-bengeknya, namun pekerjaan dan
perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pastilah memakan waktu.
Seandainya
di tiap-tiap tempat hanya diperlukan waktu selama satu jam, maka untuk
mengelilingi 700.000 desa di India saja misalnya, ia akan memerlukan waktu
seratus tahun. Wow! Sungguh lama, bukan? Dengan demikian, ia memerlukan waktu
beribu-beribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia.
Akan
tetapi, lain halnya jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa. Jika
yang melakukannya suatu bangsa, maka pelaksanaan semua hal itu bukan saja masuk
akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melaikan pula fakta-fakta sudah
dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Dan, ini sekaligus menunjukkan
betapa tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad Saw.
ANCAMAN DAJJAL
Setiap
nabi yang diutus kepada suatu kaum pasti akan memperingatkan umatnya tentang
bahaya Si Mata Satu pembuat kebohongan, ketahuilah, matanya buta sebelah,
sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Dan, di antara kedua matanya tertulis
‘Orang Kafir’ (Nabi Muhammad Saw).
Begitulah.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas memperingatkan
kita akan bahaya Dajjal. Dajjal, menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam kitab Sunnah
Rasul, adalah sosok yang digunakan oleh Allah Swt untuk menguji hamba-hamba-Nya
pada masa-masa fitnah, yakni untuk mengetahui siapa yang benar-benar mengikuti
Rasulullah Saw dan siapa yang kemudian berbalik dari mengikutinya.
Makna
Dajjal sendiri memiliki banyak penafsiran. Demikian juga konotasi “Mata Satu”.
Ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu lahir dalam bentuk fisik manusia dengan
ciri utama bermata satu (cacat sebelah mata atau picak). Ada juga yang
mengatakan bahwa Dajjal itu “satu pandangan” yang eksklusif tanpa toleransi dan
tidak menghiraukan pandangan orang lain sama sekali. Namun di sisi lain, ada
juga yang menafsirkan Dajjal sebagai teknologi, yakni kiblat peradaban Barat
moderen yang mengandalkan “mata akal” tanpa memedulikan “mata hati” atau ajaran
Ilahi.
Terlepas
dari arti mana yang paling sesuai dengan hakikatnya, yang terpenting bagi kita
adalah upaya menghindari tipu muslihatnya. Baik dari manusia picak yang suka
berbohong, dari pandangan eksklusif yang radikal, maupun dari buaian teknologi
yang amat memukau-melenakan. Sebagaimana yang diceritakan oleh Sahabat
Hudzaifah, di antara kemahiran tipu mulihat Dajjal adalah kemampuannya untuk
menyulap kebenaran dengan kebatilan dan sebaliknya. Hudzaifah mengisahkan,
Dajjal keluar dengan membawa air dan api.
Yang
dilihat oleh manusia sebagai api, sebenarny adalah air. Sementara apa yang
dilihat oleh manusia sebagai air, sebenarnya adalah api. Rekayasa Dajjal
semakin sempurna karena bersamanya ada dukungan materi yang melimpah. Sahabat
Mughirah berkata, “Bersamanya ada gunung roti dan sungai air.”
Melalui
dua senjata utamanya itulah (yaitu tipu muslihat dan iming-iming materi).
Dajjal dikisahkan hadir di masa-masa fitnah. Sebuah masa yang tepat sehingga
Dajjal berhasil menyedot massa yang tidak sedikit, yang segera akan digiring ke
dalam surganya (baca-neraka-Nya). Dicertakan, mayoritas pengikut Dajjal adalah
mereka yang tidak memiliki furqon (kemampuan memilih antara yang hak dan yang
batil).
Oleh
karena itu, Rasulullah Saw memberi teladan kepada kita semua umatnya ini, dengan
selalu berdoa kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal. Doa ini lebih sering
diucapkan Rasulullah Saw dalam tasyahud akhir menjelang sama. “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung
kepada-Mu dari siksaan jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan
kematian, dan dari fitnah al-masikh ad-Dajjal.” (HR. Muslim dari Anas dan
Abu Hurairah)
Meskipun
di antara kita tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam wujud apa Dajjal
itu akan muncul; seyogianya kita tetap berhati-hati. Apalagi mengingat, salah
satu masa-masa fitnah itu mungkin berupa masa pailit atau multikrisis seperti
yang tengah menimpa bangsa kita saat ini. Iya, bisa jadi begitu. Maka sikap
hati-hati memang harus lebih diutamakan.
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI
Di
dalam Al-Qur’an memang tidak disebutkan kata Dajjal. Baik secara eksplisit
maupun secara implisit. Namun, sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa Dajjal
dalam Al-Qur’an sering kali disebut dengan Ya’juz dan Ma’juz. Tentang hal ini,
Al-Qur’an menjelaskan dalam Surat Al-Kahfi ayat 94, “Mereka berkata, ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juz dan Ma’juz itu
orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan
sesuatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara kamu dan
mereka.”
Dalam
Al-Qur’an dan Terjemahannya terbitan Departemen Agama RI, Ya’juz dan Ma’juz
disebutkan sebagai dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi. Sebagaimana
halnya yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol dahulu. Bila
Al-Qur’an tidak menjelaskan secara tegas dan pasti, bukan berarti Dajjal itu
tidak ada. Mengapa? Sebab beberapa hadits Rasulullah yang diyakini kesahihannya
secara jelas melengkapi apa yang disitir sebagai Ya’juz dan Ma’juz dalam Surat
Al-Kahfi tersebut.
Misalnya
hadits yang diriwayatkan Muttafaq ‘Alaih (Bukhari-Muslim) dari Hudzaifah yang
menyebutkan: Tidak seorang Nabi pun yang di utus Allah melainkan dia telah
memperingatkan umatnya perkara Dajjal. Sesungguhnya Dajjal itu bermata sebelah,
yang tidak dapat digunakan adalah yang sebelah kanan. Dalam hadits lain
dikatakan: Dajjal itu akan datang membawa api dan air, apa yang dilihat orang
banyak sebagai api sebenarnya adalah air, dan yang dilihat sebagai air adalah
api.
Menurut
pakar tafsir Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab (dalam bukunya Quraish
Ahihab Menjawab), hadits-hadits tentang Dajjal memang lumayan banyak. Antara
lain diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim seperti telah disebutkan di atas.
Dalam beberapa riwayat dikemukakan juga bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Tidak akan bangkit kiamat sebelum datang
sekitar 30 orang pembohong-pembohong, yakni Dajjal-Dajjal, semua mengaku
sebagai Rasul Allah” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai melalui Abu Hurairah)
Quraish
Shihab berpendapat bahwa Dajjal yang terbesar adalah yang akan menjelang hari
kiamat. Mengutip pakar hadits Ibnu Hajar, dalam bukunya Fath Albary,
berdasarkan sekian banyak riwayat yang bersumber dari Sahabat Nabi Abu Said al
Khudry, ia menyebut sekian banyak sifat dan keadaannya, antara lain bahwa
Dajjal adalah seorang Yahudi, tidak memiliki anak, tidak dapat masuk ke Makkah
dan Madinah (HR. Muslim), buta sebelah, mata sebelah kirinya berkilau bagaikan
bintang kejora. Ia akan bangkit dari timur. Ada riwayat yang menyatakan dari
Khurasan, ada lagi yang menyatakan dari Asfahan, yaitu daerah Iran sekarang
(HR. Muslim).
Pada
mulanya, menurut Quraish Shihab, Dajjal menampakkan kesalehan, kemudian
mengakui sebagai nabi, dan terakhir mengaku sebagai Tuhan. “Memang menurut
riwayat, Dajjal memiliki sekian keistimewaan yang dapat mengelabui manusia,
tetapi manusia yang menggunakan pikirannya tidak akan terpedaya apalagi
mengakuinya sebagai Tuhan atau Nabi.” Demikian penjelasan Quraish Shihab.
Ia
kemudian menambahkan. Kelompok Ahl Sunnah, lebih pakar hadits mengakui adanya
apa yang dinamai Dajjal dan menggambarkan Dajjal sebagai satu sosok manusia
yang menjerumuskan umat Islam. Akan tetapi, kelompok Mu’tazilah yang cenderung
sangat rasional menolak kebenaran hadits-hadits itu.
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL
Dalam
berbagai hadits, Rasulullah Saw mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap
Dajjal “Wahai sekalian manusia,
sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini yang lebih dahsyat daripada
Dajjal. Dan Allah Swt tidak mengutus seorang Rasul atau Nabi pun kecuali ia
memperingatkan umatnya terhadap kemunculan Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan
kamu sekalian adalah umat terakhir pula. Dajjal pasti keluar dari tengah-tengah
kalian. Jika ia keluar sedangkan aku ada di antara kalian, maka aku akan
mengalahkannya dengan hujjah dan kemampuanku. Jika ia keluar setelah aku tiada
maka setiap orang akan menjadi penolong dirinya sendiri untuk mengalahkan
musuhnya. Allah adalah penggantiku bagi setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah, Ibn
Khuzaimah, dan Al-Hakim).
Dimanakah
Dajjal itu akan muncul, kapan kemunculannya, bagaimana rupanya, sehebat apa
kekuatannya, berapa umurnya, dan di mana tinggalnya? Itulah berbagai pertanyaan
orang mengenai sosok Dajjal tersebut. Nah, uraian berikut kiranya dapat
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Apa
yang terbayang di benak Anda jika mendengar kata ‘Segitiga Bermuda’ disebut?
Hmhm. Pasti Anda akan membayangkan sebuah tempat yang misterius. Sebuah tempat
yang senantiasa menyimpan berbagai macam misteri sebab benda-benda yang berada
atau melintas di atasnya selalu akan musnah atau menghilang secara tiba-tiba
tanpa jejak sama sekali. Benarkah ada sesuatu di sana? Apa penyebab sejumlah
pesawat terbang dan kapal laut secara tiba-tiba menghilang saat melintas di
atasnya?
Berbagai
penelitian telah dilakukan mengenai misteri Segitiga Bermuda. Ada yang
menyatakan bahwa lokasi tersebut memiliki medan magnet yang sangat tinggi
(kuat). Jadi, benda-benda yang mengandung logam, akan mudah tertarik ke
pusatnya. Pendapat ini dikemukakan oleh Albert Einstein dengan teori
relativitasnya.
Ada
pula yang menyatakan bahwa hilangnya benda-benda (yakni pesawat terbang dan
kapal laut) itu memasuki gerbang waktu. Iya, benda-benda itu diyakini memasuki
wilayah gerbang waktu. Akibatnya, ketika berada tepat di atas wilayah Segitiga
bermuda akan menghilang. Adapun hilangnya itu bisa kembali ke masa lampau atau
muncul lagi di masa depan nanti.
Ada
juga yang menyatakan bahwa lenyapnya benda-benda itu karena ditelan atau dibawa
oleh UFO (Unidentified Flying Object) atau piring terbang. Sementara yang lain
mengatakan, benda-benda tersebut hilang karena masuk dalam dunia paralel.
Mereka ada di dunia yang berbeda dengan dunia yang sebelumnya. Dari empat teori
di atas, ketiga teori yang terakhir disebut dengan teori mekanika kuantum.
Benarkah
semua “dugaan” tersebut? Hingga saat ini, belum ada yang mampu menjelaskannya
secara ilmiah. Maka berbagai hasil penelitian dan teori-teori di atas seakan
terbantahkan ketika hal itu tak mampu dibuktikan.
Lalu,
apakah yang menyebabkannya? Dajjal. Iya, mungkin inilah jawaban terakhir yang
dikemukakan oleh sejumlah orang mengenai hilangnya sejumlah pesawat terbang dan
kapal laut di wilayah Segitiga Bermuda. Dajjal, sesosok makhluk terlaknat dan
pembuat fitnah itu, kini dituding melakukan semua itu karena persongkokolannya
dengan setan.
Muhammad
Isa Daud, penulis buku Dajjal Muncul di Segitiga Bermuda, menjelaskan bahwa
musnahnya benda-benda itu disebabkan oleh si makhluk bermata satu alias Dajjal.
Daerah Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terletak di antara Florida (Amerika)
di sebelah barat, Puerto Rico di sebelah timur, dan Pulau Bermuda di sebelah
utara. Nah, ada yang mengatakan bahwa Florida berasal dari kata Flory dan ida
yang berarti ‘dukun yang ditunggu’ atau ‘Tuhan masa depan.’
Segitiga
Bermuda terletak di Samudera Atlantik. Menurut Isa Daud, di situ terdapat
sebuah pulau yang dikuasai oleh sekumpulan makhluk, yakni setan yang bekerja
sama dengan Dajjal, untuk menghancurkan umat manusia. Nama pulau itu adalah
“Pulau Setan” (mohon maaf, tolong bedakan pulau ini dengan Pulau Setan yang
terletak di Guyana, Amerika Selatan).
Di
sekitar wilayah Segitiga Bermuda tersebut, sebagaimana yang diterangkan oleh
Isa Daud, Dajjal bersama setan berkomplotan dan terus berusaha menyebarkan
misinya. Misinya itu disebarkan melalui orang-orang kepercayaannya, yakni
sesama penyembah setan. Mereka (yaitu orang-orang kepercayaannya) mengajari
manusia dengan berbagai bujukan dan rayuan sehingga manusia terkesima dan
takjub pada apa yang disuguhkan dan disajikan. Maka, pada hari kiamat nanti,
dari lokasi Segitiga Bermuda inilah Dajjal akan muncul dan melakukan fitnah
secara besar-besaran kepada seluruh umat manusia. Pada saat tersebut Dajjal
akan membangga-banggakan cara-cara Yahudi karena ia dipercaya merupakan keturunan
Yahudi.
Muhammad
Isa Daud menegaskan bahwa ia membuat kesimpulan di atas, bukan atas
pendapatannya sendiri, melainkan berdasarkan sejumlah manuskrip kuno yang ia
pelajari dari beberapa orang Muslim yang tinggal di Palestina, Arab Saudi,
Yaman, Swedia, Amerika, Inggris, Jerman, dan lainnya. Mereka itulah, ungkap Isa
Daud, yang memiliki data mencengangkan dan belum pernah dipublikasikan oleh
orang lain.
Konon,
sebelum sampai di Pulau Bermuda atau tinggal di daerah Segitiga Bermuda
tersebut, Dajjal dahulunya tinggal di sebuah pulau di Laut Yaman. Awalnya,
Dajjal lahir di sebuah keluarga penyembah berhala di zaman setelah Sam bin nuh.
Ia dilahirkan di daerah Sodom dan Gomorah (umat kaum Luth) dalam keadaan cacat
di matanya.
Sejak
kecil, si anak (Dajjal) ini sudah sering kali menyusahkan orang tuanya. Ia
pernah tidur sekitar empat tahu lamanya dan tidak bisa berjalan. Suatu hari di
tengah lelapnya tidur, si anak terbangun dan mendatangi berhala sesembahan
kedua orang tuanya, kemudian tidur lagi di pangkuan berhala itu. Saat itulah
kedua orang tuanya mengumumkan kalau anak mereka merupakan anak Tuhan.
Orang-orang
yang sebelumnya mendengar bahwa anak tersebut tidak bisa berjalan, spontan
menertawakan dan mencomoohnya. Sebagai lainnya, ada yang mengambil air berkah.
Oleh banyak orang, si orang tua kemudian dilaporkan kepada hakim dan diputuskan
keduanya harus berpisah dengan sang anak. Sang anak ditahan di pengadilan atau
istana, sedangkan orang tuanya di bagian lain penjara.
Namun,
saat terjadi azab kepada penduduk Sodom dan Gomorah, anak ini diselamatkan oleh
Malaikat Jibril ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni di Laut Yaman. Jarak ke
Laut Yaman membutuhkan perjalanan yang sangat lama. Dan jika ingin ke pulau
tersebut harus melewati terjangan ombak dahsyat. Jika tak ekstra berhati-hati,
maka akan tenggelam. Selama di pulau tersebut, Jibril menugaskan seekor
binatang yang badannya dipenuhi bulu lebat untuk merawat dan membantu si
manusia cacat itu.
Singkat
cerita, ketika sudah semakin besar, si anak (Dajjal) memutuskan keluar dari
pulau tak berpenghuni itu. Ia lalu pergi mengembara ke mana saja. Sampai suatu
ketika ia bertemu dengan Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
Dalam
pertemuannya dengan Nabi Musa, Dajjal semula menjadi pengikutnya. Namun dibalik
pertemuan tersebut, Dajjal rupanya memiliki maksud jahat. Karena kekagumannya
pada Musa, ia pun menggunakan nama Musa. Untuk membedakannya dengan Musa dari
Mesir (yaitu Nabi Musa), maka ia memakai nama Musa Samiri alias Musa dari
Samirah, tempat lahirnya sewaktu masih di Palestina.
Karena
perbuatannya mengajak Bani Israil membuat patung anak lembu, Nabi Musa As, lalu
mengusir Musa Samiri. Kemana perginya Musa Samiri (Dajjal) setelah diusir Nabi
Musa? Sayangnya tidak ada keterangan lanjutan.
Muhammad
Isa Daud menyebutkan bahwa sejak diusir itu, Musa Samiri mengembara lagi ke
berbagai tempat. Ia terus belajar mengenai sikap umat manusia. Ia juga terus
mencari celah untuk menjerumuskan umat manusia.
Beberapa
saat sebelum kelahiran Rasulullah Saw, Dajjal kembali ke pulau tempat ia
dibesarkan oleh seekor makhluk berbulu tebal. Saat mendarat itulah, oleh
makhluk berbulu tebal tersebut, Dajjal disuruh berjalan ke bagian dalam gua.
Saat membelakangi dinding gua, Dajjal kemudian terpasung. Makhluk tersebut
menyatakan bahwa ikatan itu (pasungan di Dajjal) hanya akan bisa lepas saat
waktunya telah tiba. Dalam penuturan Isa Daud, Dajjal terpasung selama lebih
kurang 63 tahun. Sama dengan usia Rasulullah Saw.
Setelah
bebas Dajjal kembali mengembara. Puncaknya, ia pergi ke Segitiga Bermuda dan
akhirnya bertemu dengan setan. Ia sangat diagungkan oleh setan. Lalu, keduanya
membuat perjanjian bersama untuk menghancurkan umat manusia dan memalingkannya
dari menyembah Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan
keterangan Muhammad Isa Daud, hingga hari ini Dajjal masih hidup. Kendati
usianya sudah lebih dari 4.000 tahun, tetapi fisiknya masih tetap muda. Konon
tak ada yang bisa menandingi kekuatannya hingga turunya Isa Al-Masih, putra
Maryam yang akan membunuhnya.
Bagaimana
ceritanya kok usia Dajjal itu begitu panjang? Begini. Usia Dajjal sangat
panjang karena ia merupakan satu dari tiga makhluk yang muntazhar
(ditangguhkan) atau diperpanjangkan umurnya. Adapun selain Dajjal, dua makhluk
lain yang dipanjangkan umurnya adalah setan dan Nabi Isa As. Nah, hanya Nabi
Isa As. Inilah yang mampu mengalahkan dan membunuh Dajjal.
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI
SETAN DI AMERIKA SERIKAT
Pada
era modern saat ini, Dajjal muncul dalam berbagai versinya. Salah satunya yang paling
jelas adalah dalam bentuk kekuatan dan gerakan zionisme internasional. Seperti
disebutkan dalam buku Dajjal dan Simbol Setan karya dai kondang KH. Toto
Tasmara, Dajjal telah ada sejak dahulu dalam bentuk ajaran palsu lagi sesat
untuk menghancurkan semua agama yang ada. Hingga akhirnya mereka semua seluruh
umat manusia masuk ke dalam perangkap jaringan konspirasi zionisme
internasional.
Dalam
pandangan Toto, dendam sejarah kaum Yahudi yang selalu menjadi bulan-bulanan
bangsa-bangsa yang menjajahnya sampai pada saat diaspora (yakni saat mereka
tercerai berai di berbagai negara), menyebabkan mereka tak henti-hentinya
mencari jalan untuk membalas kekalahan tersebut.
Sejauh
mana keterkaitan antara Dajjal dan Yahudi, yang kini antara lain
direpresentasikan oleh gerakan zionisme internasional, dijelaskan dalam hadits
Rasulullah Saw berikut. “Maka apabila
Dajjal sudah terbunuh, orang Yahudi pun menjadi hancur lebur barisannya, yakni
sama-sama berperang untuk membela Dajjal dan jumlahnya mencapai puluhan ribu”
(HR. Imam Ibnu Majjah). Hadits ini mengisyaratkan bahwa Dajjal dan para
pengikutnya adalah kaum Yahudi sendiri.
Dalam
perjalanannya kemudian, gerakan Dajjal dikembangkan sebagai agama dari ritual
Freemason. Gerakan ini disebut Freemasonry, yakni salah satu sayap gerakan
zionisme Internasional yang belakangan “membungkus” gerakannya dalam bentuk
aktivitas sosial dan kepedulian pada masa depan manusia. Freemason sebenarnya
telah lama diketahui pihak gereja Katolik Roma. Kala itu, gerakan Freemason
dengan gencarnya menyerang eksistensi gereja sehingga pihak gereja mengeluarkan
fatwa penguncilan terhadap anggota Freemason.
Para
anggota gerakan Freemason pun beragam. Selain pejabat penting dan tokoh
internasional, beberapa presiden Amerika juga tercatat pernah menjadi anggota
gerakan ini. Antara lain, George Washington, James Monroe, Andrew Jackson,
James Knox Polk, James Buchanan, William McKinley, Theodore Roselvelt, William
H. Taft, Warren G. Harding, Harry S. Truman, dan Gerald Ford. Sebagai gerakan
kaum Yahudi, Freemason menyebarkan agenda terselubungnya yang dibungkus dalam
ajaran menyesatkan, yakni aliansi Mistik Setanisme, yang secara golbal dipahami
sebagai paham pemujaan terhadap materi dan mengingkari eksistensi Tuhan dan
ajaran agama.
Sejauh
ini, sebagaimana yang dikutip Toko Tasmara, paham Setanisme dapat diketahui
melalui ajaran-ajarannya. Di antaranya: Setanisme adalah bentuk lain dari
pencampuran segala ajaran mistik, penyembahan terhadap dewa-dewa kegelapan yang
kemudian dikemas dalam penalaran rasional; ajaran Setanisme zionis juga
diperlambangkan melalui mata uang dolar AS, yakni In God We Trust One, yang
bermakna bahwa dewa Lucifer sebagai Jehovah (the son of God) harus diwujudkan
cita-citanya membangun satu tatanan dunia baru yang sekuler dengan mengambil
Tuhan yang satu, yakni ‘materi’.
Dalam
kenyataannya, tata dunia baru kini dibangun dan direpresentasikan oleh Amerika
Serikat. “Tak lebih dan tak kurang, pemerintah AS telah melambangkan Dajjal
Besar, seperti dilambangkan melalui monumen Washington sebagai setan besar,
sementara Israel adalah ‘setan’ kecil.” Demikian tulis Toto Tasmara.
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT
Penyair
Taufiq Ismail pernah gundah. Dalam puisinya yang berjudul “Kalian Cetak Kami
Jadi Bangsa Pesimis”, penyair kawakan ini mengeluh atas kekejaman negara maju
seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Ya, ya. Kenyataannya
negara-negara maju tersebut pada dasarnya memang menjajah Indonesia dengan
berkedok globalisasi.
Taufiq
mungkin benar. Musuh besar yang sedang kita hadapi hari ini adalah penjajahan
terselubung. Setelah 400 tahun penjajahan fisik, mereka kemudian datang kedok
HAM, demokrasi, dan liberalisasi. Konspirator besar itu, tak lain adalah
negara-negara Amerika Serikat. (AS), Eropa, dan Zionisme.
Melalui
IMF dan World Bank, AS berhasil mengendalikan Indonesia dengan hutang. Sebagai
contoh dalam satu dekade terakhir lalu, per Januari 2002 hutang Indonesia
menjadi Rp. 1.401 triliun. Akibatnya, kekayaan alam RI dengan mudah dan sangat
kentara dikeruk oleh perusahaan-perusahaan AS. Sebut saja tambang emas Busang
dan puluhan BUMN kita. Itu baru contoh besar yang tampak jelas di mata.
Bagaimana dengan yang “kecil-kecil” lainnya dan tidak di blow up? Bisa jadi
jumlahnya lebih banyak lagi.
Lihatlah,
betapa jahatnya AS ketika mengancam tidak akan mengucurkan dana IMF kepada
Indonesia sebelum Megawati menangkap aktivis militan Islam seperti Ustaz Abu
Bakar Baasyir atau Ustaz Ja’far Umar Thalib. Atas nama HAM dan kemanusiaan
pihak AS mengultimatum seperti itu. Sungguh, sebuah ironi. Betapa tidak? HAM
dan kemanusiaan macam apa yang sedang diperjuangkan oleh AS, sementara AS
sendiri dengan ultimatumnya itu berarti sedang mengintimidasi Indonesia?
Benar-benar omong kosong, bukan? Tapi entah kenapa kita tidak begitu
menyadarinya. Rasanya kita menuruti saja apa-apa yang diminta oleh AS.
Entahlah. Mungkin kita sudah terbius perkataan/negosiasi “indah” yang
dilontarkan untuk membungkus kedustaan-kedustaan yang nyata.
Selanjutnya,
AS juga memaksa memasukan 20 ribu ton paha ayam bekas (chiken leg quarter) ke
pasar Indonesia. Tahukah Anda? Paha ayam “bekas” tersebut di AS sendiri tidak
dikonsumsi. Artinya hanya menjadi sampah. Alasannya, tak layak konsumsi sebab
tidak memenuhi derajat kesehatan manusia. Tapi mengapa AS yang selalu
mendengung-dengungkan HAM dan kemanusiaan justru memaksa manusia-manusia
Indonesia untuk mengounsumsinya? Tidaklah ini berarti AS melanggar HAM,
khususnya di bidang kesehatan manusia? Hmhm, ta[i siapa berani terang-terangan
menolak titah AS tersebut? Terlebih AS tak kalah cerdik (lebih tepatnya sih
licik). AS lagi-lagi mengultimatum: bila Indonesia tidak mau menerima paha ayam
sampah, ekspor udang Indonesia ke AS akan ditolak. Bahkan untuk hal seperti
ini, AS mengancam pula dengan sangsi ekonomi. Sungguh gila, bukan?
Untuk
mengukuhkan hegemoninya atas negara lain, AS tak sungkan-sungkan menerapkan
standar ganda. Bersama sekutunya, AS membentuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan kekuasaannya yang besar di PBB, yang dinamakan hak veto, AS memperkuat
legimitimasi untuk kepentingan internasionalnya. Maka tidaklah mengherankan
apabila AS dapat dengan mudah menggagalkan segala keputusan yang dianggap
bertolak belakang dengan kepentingannya. Tidak peduli sebaik dan seadil apa pun
sebuah keputusan, jika bertolak belakang dengan kepentingan AS ya bisa saja
berlangsung dibatalkan. Begitulah. Sebuah hegemoni yang dahsyat memang.
Amerika
Serikat menginginkan seluruh dunia ikut dalam tatanan baru yang dinamakan ‘Paz
Americana’. Sesuai dengan namanya, Pax Americana berkehendak agar semua orang
tunduk padanya. Simaklah ucapan Presiden Bush pada bulan Oktober 2001 berikut.
Waktu itu Presiden Bush mengatakan, “Either you are with us, or you are with
terrorist” (Anda ikut bersama kami, atau menjadi bagian dari teroris).
Perkataan
tersebut jelas merupakan ucapan congkak seseorang yang ingin berkuasa di dunia.
Dengan kebijakan “carrot” and stick policy’-nya, AS tidak segan-segan
memberikan imbalan kepada negara yang bersekutu dengannya. Sebaliknya, akan
tidak sungkan-sungkan untuk menghajar negara yang tidak taat kepadanya. Anda
sekalian sudah menyaksikan sendiri ‘kan perilaku AS yang demikian itu?
Dengan
standar gandanya, kepada dunia AS senantiasa melakukan kampanye demokrasi. Tak
terelakkan, AS menyebut diri sebagai the champion of democracy (sang jawara
demokrasi). Namun, apa kenyataannya? AS justru sering kali menjadi pendukung
utama kediktatoran, bahkan penjajahan.
Seorang
pengamat politik, Riza Sihbudi, membeberkan banyak fakta kemunafikan AS dalam
berpolitik. Bukti nyatanya, antara lain ketika AS (melalui militer) dengan
seenaknya menggagalkan kemenangan partai FIS (Front Islamic du Salut) di
Aljazair pada tahun 1991. FIS dituduh akan memanfaatkan demokrasi untuk
membangun ‘kediktatoran agama’. Padahal, menurut Riza, alasan sesungguhnya
adalah adanya ketakutan jenderal korup yang bakal kehilangan kekuasaan mereka;
juga kekhawatiran klasik Barat terhadap revivalisme Islam. Bukti-bukti yang
lain adalah serangan kepada Kolonel Khadafi di Libya (1986), serangan terhadap
Khomaini dan Iran (1980), dan serangan kepada Irak (1991).
Sesuai dengan lapotan resmi PBB pada tahun
1992, apa yang dilakukan AS terhadap Irak dengan embargonya telah mengakibatkan
hampir, 1,5 juta penduduk Irak, termasuk balitanya menderita karena masalah
kesehatan. Nah, lho. Tidaklah ini merupakan pelanggaran terhadap HAM rakyat
Irak oleh AS? Sementara di sisi lain, AS membiarkan Israel atas pembantaiannya
di Palestina. Sudah jelas puluhan ribu warga Palestina tewas di tangan Israel.
Anehnya, AS diam saja. Tidak berkoar-koar soal pelanggaran HAM dan kemanusiaan
sebagaimana yang dilakukakannya terhadap negara lain yang bukan sekutunya?
Kenapa? Yang aneh, koran-koran di media massa AS bahkan menyebut Israel sebagai
negara yang menjadi korban terorisme. Waduh, amat parah bukan kemunafikan AS
tersebut?
Karena
sikapnya yang terlalu munafik itulah, menurut Noam Chomsky, seorang profesor
Linguistik dari Massachusset Institute of Technology (MIT), AS telah melahirkan
banyak sikap anti-Barat dan perlawanan terhadap AS. Tak terelakkan, kekecewaan
atas gaya AS tersebut kemudian melahirkan sikap permusuhan yang ujungnya
memunculkan sikap ekstrimitas. Dengan geram, Noam Chomsky dalam bukunya Maling
Teriak Maling: Amerika Sang Teroris? Menjuluki AS sebagai negara teroris yang
sesungguhnya.
TENTANG
PENULIS

Penulis
bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis
adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis
mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah
satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada
tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Tarbiyah, Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan
pendidikanya S1.
Meski
masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel
horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis
bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: MENGUNGKAP 4 TABIR
PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN.
Beberapa
naskah yang telah di terbitkan antara: Mengungkap Tabir Kehidupan (Penerbit
Muda Publisher, 2017), Rahasia Dahsyat Di Balik Keajaiban Surat Al-Faatihah
(Oase Pustaka, 2017).
Penulis
dapat di hubungi melalui emailnya: jamaludinrifai442@gmail.com
atau menghubungi kontak : 0853-4000-8577
0 komentar:
Posting Komentar