WHAT'S NEW?
Loading...
MASTER SPEAKING ENGLISH
 DALAM SEHARI

UNTUK PEMULA, PELAJAR, PENCARI KERJA, DAN PELANCONG



BY: JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I






PLUS CD NATIVE SPEAKER




LESSON 1
HOW TO IMPROVE ENGLISH SPEAKING?

A.    FAKTOR KEMPUAN BERBICARA.
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara (English Speaking) atau bercakap-cakap (Conversation), diantaranya Kemampuan Pengucapan (Pronounciation), Penguasaan Tata Bahasa (Grammar), Kemampuan Mendengarkan (Listening Comprehension), Aksen (Accent), Perbendaharaan Kata  (Vocabulary), Pola berbicara, pemahaman lawan bicara (Audience), dan kepercayaan diri (Convident).

1.  Kemampuan Pengucapan (Pronounciation)
Permasalahan yang sering dialami oleh orang Indonesia dan Asia pada umumnya adalah “cepat puas” hanya dengan menguasai Grammar atau sudah mengerti apa yang orang lain bicarakan. Lantas, bagaimana seseorang bisa dikatakan pintar berbicara bahasa Inggris jika tidak ada seseorang pun yang mengerti apa yang kita bicarakan, dikarenakan pengucapan yang tidak tepat?
Kemampuan berbicara seseorang tidak lepas dari kemampuan pengucapan, sehingga tidak heran jika para penutur asli akan menilai jika bahasa Inggris yang kita gunakan kurang baik. Kenapa demikian? Hal ini karena mereka harus bekerja keras untuk mengerti, bahkan tidak jarang “mengernitkan kening” agar dapat memahami percakapan kita.
Sebuah percakapan akan berlangsung dengan baik jika masing-masing (pembicaraan dengan lawan bicara) mengerti seluruh pembicaraan. Oleh sebab itu, pronounciation menjadi sangat penting dalam sebuah percakapan lantas, apa yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam pelafalan atau pengucapan? Jawabannya, karena hamper semua huruf dalam bahasa Inggris harus diucapkan dengan jelas, terutama konsonan di akhir kata. Jika tidak, orang lain tidak akan mengerti maksud dari kalimat yang kita ucapkan.
Jika kemampuan pengucapan (Pronounciation) anda dirasakan masih kurang, sebaiknya segera diperbaiki. Caranya, perbanyaklah latihan pengucapan dan ulang beberapa kali hingga dapat mengucapkkannya dengan benar. Bacalah sebuah kata atau kalimat demi kalimat dalam artikel atau tulisan berbahasa Inggris dengan suara yang keras. Lakukan secara berulang di manapun anda berada, baik di rumah, di taman, di sekolah, dll. Dengan membaca keras-keras. Kemampuan pronounciation akan meningkat dengan cepat. Dengarkan audio pada buku ini untuk membantu pengucapan yang tepat. Akan lebih baik jika anda merekam sendiri pengucapannya, dan dengarkan hasil rekamannya, lakukanlah berulang-ulang. Anda tidak perlu kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diucapkan penutur asli.

1.    Penguasaan Tata Bahasa (Grammar)
Agar percakapan dapat berlangsung dengan baik, diperlukan Pengusaan Tata Bahasa (Grammar). Namun pernahkah anda menemukan kesalahan penutur asli dalam penggunaan grammar? Kesalahan yang dilakukan oleh penutur asli seputar penggunaan grammar tidak terlalu berpengaruh terhadap topic pembicaraan. Sebab, para penutur asli dapat mengatakan apa saja yang mereka inginkan sesuai dengan kebiasaannya tanpa mengalami kesulitan. Jika mereka menemukan kesulitan untuk menjelaskan sebuah konsep, misalnya, dengan mudahnya mereka menggunakan cara lain untuk mengatakan hal tersebut. Dengan kata lain, kesalahan itu tidak mengubah arti kalimat yang mereka maksud, sehingga pendengar pun tetap akan mengerti isi percakapannya.
Lantas, bagaimana dengan kita? Sering kali kita mengubah arti sebuah kalimat yang ingin kita ucapkan, sehingga tidak jarang menimbulkan kesalahpahaman. Itulah alasan mengapa tata bahasa (Grammar) perlu dikuasai dengan baik dibandingkan para penutur asli itu sendiri.

2.   Kemampuan Mendengarkan (Listening Comprehension)
Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukakn oleh orang yang sedang belajar bahasa Inggris adalah terlalu fokus terhadap proses belajar, tanpa mengasah dan memperbaiki kemampuan pendengar (Listening Comprehension). Pada hal agar kita dapat melakukakn percakapan dengan baik, perlu dibarengi dengan listening comprehension. Tidak sedikit orang yang mengetahui tata bahasa dengan baik dan dapat membuat kontruksi kalimat yang rumit sekalupun. Namun ketika mulai berbicara masih saja tersendat – sendat. Bahkan beberapa di antaranya dapat menjawab pertanyaan dari native speaker dengan lancer dan tanpa kesalahan tata bahasa, tetapi belakangan diketahui bahwa jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaannya (tidak mengerti benar maksud pertanyaannya). Untuk melatih listening comprehension adalah dengan rajin membaca dan mendengarkan percakapan bahasa Inggris, baik itu mendengarkan music atau menonton film. Gunakan audio conversation untuk melatih listening comprehension.

3.   Aksen
Setiap orang atau setiap bahasa mempunyai aksen. Tidak jarang, aksen seseorang terutama orang Asia merupakan salah satu factor penghambat dalam menguasai conversation. Aksen biasanya menggambarkan asal seseorang, sehingga dengan mudahnya kita mengetahui bahwa orang itu berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Amerika, Australia, Dll., meskipun mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Aksen seseorang sering kali mempersulit lawan bicara (Penutur Asli) untuk bisa mengerti percakapan kita.
Mempelajari aksen hamper sama dengan mempelajari sebuah lagu. Ketika kita mempelajari sebuah lagu, tentu akan belajar lirik dan molodinya. Jika hanya mempelajari liriknya (tata bahasa), tidak peduli dengan melodi aslinya bahkan menggunakan melodi kita sendiri, tentu lagu tersebut akan terdengar kurang enak.
Aksen meliputi pelafalan suara, intonasi, dan tekanan yang berbeda. Agar percakapan dapat berlangsung dengan baik, masalah aksen bahasa Inggris perlu dipelajari. Caranya, anda dapat menggunakan standar aksen bahasa Inggris-Amerika. Dengarkan sesering mungkin cara penutur asli berbicara dan perhatikan pula intonasinya.
4.   Menguasai Perbendaharaan Kata (Vocabulary)
Faktor lain untuk meningkatkan kemampuan berbicara adalah Perbendaharaan Kata (Vocabulary). Berhati-hatilah menggunakan kata dalam setiap kalimat, sebab kesalahan dalam penggunaan katau atau ekspresi akan menyebabkan kesalahpahaman. Dalam mempelajari kosa kata sebaiknya diperhatikan juga arti dan penggunaannya, apakah kata yang digunakan sebagai kata kerja, kata benda, atau kata keterangan. Contohnya, penggunaan it’s dan its, loose dan lose, thanks dan thank God, semua mengandung arti yang berbeda.

5.   Pola Berbicara
Apakah anda termasuk orang yang sering mengatakan “mmmm”,  “eeee”, terlalu lama diam dan berpikir karena takut salah, atau terlalu cepat berbicara, sehingga mendominasi sebuah percakapan? Untuk mengetahui pola berbicara, rekamlah perkataan anda atau ajaklah seseorang native untuk menjadi partner dan jangan segan untuk meminta dikoreksi. Terkadang, para penutur asli sedikit sungkan untuk mengoreksi bahasa Inggris kita. Bagi mereka, dengan memahami atau mengerti apa yang dibicarakan saja sudah cukup, tetapi mereka mengetahui bahwa bahasa Inggris kita mungkin masih jauh dari sempurna. Jika telah mengetahui pelan-pelan, dilanjutkan dengan suara keras, dan merekamnya, sehingga pola berbicara terdengar enak dan lancer.

6.   Memahami Lawan Bicara (Audience)
Apakah anda pernah mendengar pidato atau kampanye sebuah partai politik? Pernah mengeluh lamanya para pembicara tersebut berpidato, tetapi anda sendiri tidak mengerti apa yang dibicarakan?, lantas, dimana letak kesalahannya?
Berbicara dengan baik tidak hanya tepat menggunakan tata bahasa, kosa kata, aksen, dan pelafalan yang baik. Seseorang mungkin bagus dalam aspek-aspek tersebut, tetapi belum tentu semua orang akan mendengarkan atau terkesan dengan pembicaranya. Seseorang dapat dikatakan sebagai pembicara yang baik jika dapat merangkul dan mengambil perhatian para pendengarnya. Untuk memahami lawan bicara, perhatikan hal-hal berikut.
a.    Bicaralah dengan tegas, jelas, dan suara yang tidak terlalu kecil. Bagaiamana pendengar dapat mendengarkan dengan baik jika kita berbicara seperti berbisik-bisik, tidak semangat, dan terlihat lemah. Tunjukan antusiasme yang baik dalam membahas topic dan salurkan ke pendengar.
b.    Jadilah seperti penyanyi. Cobalah anda mendengarkan sebuah lagu. Lagu yang baik mempunyai tempo yang tidak monoton. Ada bagian yang lembut, keras lambat, dan cepat. Perubahan-perubahan bunyi pada ritme-nya membuat lagu tersebut menarik, enak di dengar, dan lebih mudah diingat setiap waktu. Begitu juga dengan berbicara, perhatikan intonasi agar tidak monoton dan membuat pendengar malah tertidur. Terkadang kita harus berbicara lembut, keras, cepat, dan pelan tergantung dari konteks kalimat dan ide yang ingin disampaikan.
c.    Gunakan bahasa tubuh yang baik. Bahasa tubuh seringkali menjadi masalah bagi orang timur, karena kentalnya norma-norma ketimuran yang mempengaruhi attitude seseorang. Contohnya ketika interview kerja, seringkali para pelamar terkesan malu-malu, sehingga kelihatan rendah diri, padahal maksudnya ingin terlihat rendah hati. Bahasa tubuh yang baik bukan berarti harus malu-malu. Sebaliknya, orang yang bisa mengusai dirinya di depan umum akan terlihat lebih elegan. Bersikaplah rileks, yakinlah pada kemampuan sendiri, perhatikan posisi duduk yang baik, tataplah mata penanya sewaktu menjawab, dan berikan jawaban yang tegas dan jelas. Bahasa tubuh dapat lebih menceritakan kepribadian seseorang dibandingkan dengan apa yang dibicarakan. Dengan kepribadian yang baik, maka orang akan lebih menghormati dan menghargai kita.
d.    Gunakan perasaan ketika berbicara. Bukan berarti “sensitive”, tetapi rasakanlah apa yang ingin anda sampaikan. Berbicara tidak seperti membaca teksbook yang membosankan, tetapi ucapkan dengan ekspresi, bersikaplah empati, dan sebagainya.

7.  Kepercayaan Diri
Faktor lainnya adalah rasa percaya diri. Logikanya, jika bukan anda yang percaya pada diri anda sendiri, lalu siapa yang akan percaya? Anda harus menjadi orang yang yakin pada kemampuan sendiri, setelah itu barulah orang lain akan percaya kepada anda.
Pernahkah anda bertemu dengan sales yang menawarkan suatu produk? Terlihat sangat percaya diri dengan produk yang akan dijualnya, bukan? Atau kita sering melihat artis yang tidak terlalu cantik atau tidak terlalu ganteng, tetapi sering muncul di televise dan disukai penonton. Itu karena mereka tahu akan kekurangannya, tetapi mereka tetap percaya diri dengan potensi yang mereka punya.
Seorang praktis pernah mengatakan, “kemampuan bahasa Inggris orang Indonesia tidak kalah dengan Negara tetangga, bahkan jauh lebih baik, tetapi masalahnya adalah kurang percaya diri.” Tidak jarang, banyak yang mempunyai kemampuan bahasa Inggris cukup baik, seperti penguasaan grammar dan vocabulary, tetapi mereka tidak cukup percaya diri untuk berbicara. Sungguh saying sekali, bukan? Nah, agar proses belajar bahasa Inggris anda tidak sia-sia, tumbuhkanlah rasa percaya diri mulai dari sekarang.

B. TIP MENINGKATKAN KEMAMPUN BERBICARA.
1. Pergi ke luar Negeri
   Bagi yang memiliki dana lebih, tinggal di Negara yang menggunakan bahasa Inggris, merupakan cara terbaik agar dapat mengusai bahasa Inggris dengan cepat dan melatih conversation. Agar lebih maksimal, pergilah sendiri, tidak membawa saudara atau teman. Sebab, dengan membawa saudara atau teman. Sebab, dengan membawa teman atau saudara, hanya akan memperlambat proses pembelajaran, karena tidak disiplin dan tetap berkomunikasi dengan bahasa sebelumnya. Jika terpaksa harus membawa teman atau saudara, pilihlah aktivitas yang berbeda. Pilih Negara atau daerah yang orang Indonesia-nya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, anggap saja sebagai latihan dan ujian apakah anda dapat bertahan hidup dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki.
Melanjutkan studi ke luar negeri juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Hindari tinggl di wilayah perwakilan Indonesia yang mayoritas menggunakan bahasa Indonesia, beraktivitaslah di luar wilayah perwakilan Indonesia, seperti mengikuti kegiatan kampus, berteman, atau berdiskusi bersama teman-teman dari Negara lain. Biasanya, mahasiswa Indonesia yang telah lama menetap di luar negeri, tetap bahasa Inggrisnya masih kurang baik dikarenakan kurang bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya, dan hanya berkumpul dengan orang Indonesia.
Selain melanjutkan ke jenjang pendidikan formal belajar bahasa Inggris di luar negeri dapat diikuti dengan mengikuti “Summer Course/ School”. Kursus semacam ini di tawarkan di seluruh dunia dan merupakan gabungan antara kursus bahasa dan “homestay”, yaitu menetap beberapa saat di keluarga angkat sambil belajar bahasa secara langsung dengan para penutur asli.
Ketika mencari institusi (tempat kursus) bahasa asing di luar negeri, pilihlah lembaga yang menyediakan banyak kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, berkebun, rekreasi, dll. Sebab, bersosialisasi merupakan salah satu kunci sukses belajar bahasa, selain duduk di kelas dan mendengarkan penjelasan guru. Selain itu, bagi yang tidak tertarik untuk belajar ke luar negeri, bersosialisasi dengan teman, lingkungan yang kondusif dan komunitas yang mempunyai minat yang sama juga akan mengasah kemampuan bahasa kita, misalnya dengan mengikuti English club di kampus atau di sekolah.
Lingkungan kerja yang mengharuskan kita menggunakan bahasa Inggris juga merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Terdapat program di kampus-kampus yang ditawarkan agensi kepada para pelajar untuk menghabiskan waktu liburnya, misalnya dengan bekerja di luar negeri. Agensi ini biasanya menawarkan pekerjaan di perhotelan atau restoran, lengkap dengan tawaran akomodasi, tiket pesawat, dan visa dengan waktu yang tidak terlalu lama. Program ini layak diikuti, menghabiskan liburan sambil bertamsya ke luar negeri, belajar bahasa, sekaligus mendapatkan uang.


2.    Bepergian (Traveling)
Melakukan perjalanan ke suatu tempat yang menggunakan bahasa Inggris juga akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Tidak perlu ke Negara yang jauh, jika dana terbatas. Di Asia misalnya, cukup mendatangi Singapura untuk mempraktikkan bahasa Inggris kita. Terlebih saat ini banyak yang menawarkan kemmpuan bahasa Inggris, bukan untuk berbelanja dan pergi dari satu mall ke mall lainnya.
Kombinasi antara belajar, bekerja, dan traveling tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang tersedia. Sebab, pergi ke luar negeri bukanlah sesuatu yang murah dan mudah. Lagipula belajar hanya beberapa minggu di luar negeri, tidak akan cukup untuk belajar bahasa. Kendala lain bagi orang Indonesia adalah masalah keberanian. Mereka yang mampu ke pergi ke luar negeri untuk belajar bahasa, biasanya akan dipenuhi rasa takut. Mulai dari ketakutan akan rasa kangen yang memuncak (homesick), masalah makanan. Kesepian, takut sakit, dll. Untuk menghindarinya, biasanya mereka akan mengajak teman, tetapi sebenarnya harus dihindari agar proses belajar lebih efektif.
Bagi yang tidak mempunyai cukup dana untuk pergi ke luar negeri, dapat memilih sekolah bahasa asing di dalam negeri. Namun, belajar bahasa di kelas merupakan bagian yang sangat kecil dari proses pembelajaran bahasa itu sendiri. Apa yang anda pelajari di luar kelaslah tes yang  sebenarnya berlangsung, apakah anda siap berkomunikasi dalam bahasa Inggris atau tidak.
Berpergian atau traveling juga dapat dilakukan di dalam negeri. Banyak sekali turis asing yang datang untuk berwisata ke Indonesia, khususnya Bali. Mungkin setiap saat kita dapat melihat orang asing di Bali. Kita dapat berinteraksi dengan banyak orang asing di sana. Jangan segan-segan untuk berkenalan atau mengajak berjalan-jalan, dan mulailah percakapan.




3.    Gunakan bahasa Inggrismu!
Jika tidak memungkinakan untuk pergi ke luar negeri. Cobalah menggunakan bahasa Inggris di manapun anda berada. Karena praktik secara terus menerus adalah kunci sukses mengusai bahasa Inggris. Bagi anda yang tinggal di kota besar, dengan mudah berhubungan dengan para penutur asli, anda akan merasa canggung, bingung, grogi, tetapi lawanlah perasaan itu. Jika sudah memulainya, anda pun akan terbiasa. Akan lebih baik jika jujur kepada orang yang di temui, bahwa anda sedang belajar bahasa asing, dan sedang mencari penutur asli sebagai partner untuk berkomunikasi
Tujuan utama mempelajari bahasa adalah untuk berkomunikasi dengan pihak lain (tidak perlu menggunakan tata bahasa yang indah dan benar). Jangan takut membuat kesalahan ketika berbicara, karena anda akan belajar dari kesalahan itu, jadi, bicara, bicara, bicara, dan bahasa Inggris anda akan meningkat secara signifikan. Kelemahan orang Indonesia pada umumnya adalah selalu takut dan malu jika berbicara dengan orang asing. Jika di Tanya, orang Indonesia akan menjawab pertanyaan sesingkat mungkin dengan satu atau dua kata saja. Padahal masih banyak yang ingin disampaikan, tetapi karena malu, maka jawaban tersebut tidak sempat di utarakan.
Kefasihan dalam berbahasa adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri serileks mungkin, lancar, dan tanpa jeda. Jika anda sedang melakukan percakapan dengan penutur asli, jagalah agar percakapan dengan penutur asli, jagalah agar percakapan tetap berjalan dengan baik, tidak mendominasi pembicaraan yang akan membuat bosan, atau dengan jeda yang sangat lama karena terlalu lama berpikir mengenai kalimat yang harus diucapkan.
Jika berada di dalam kelas, bicaralah sebanyak yang anda bisa. Ingatlah bahwa di dalam kelas merupakan tempat yang bebas menggunakan bahasa Inggris dengan berbagai macam kesalahan. Jangan takut akan di marahi guru, karena guru yang baik justru akan mensupport siswanya untuk terus berlatih. Siswa yang aktif dan komunikatif akan di sukai setiap guru, jadi teruslah berusaha dan jangan takut membuat kesalahan. Jika anda berpikir untuk menjadi yang sempurna sebelum membuka mulut, maka selamanya tidak akan pernah berbicara sama sekali.


4.    Membaca, Menulis, Mendengar, dan Menonton.
Membaca artikel di Koran, internet, buku yang berbahasa Inggris, akan menambah perbendaharaan kosa kata, memperbaiki kefasihan berbicara, wawasan, struktur berbahasa, dan keterampilan menulis anda. Biarkan segala jenis buku, majalah, poster, computer, Koran dan berbahasa Inggris bergeletakkan di sekeliling anda setiap saat. Jangan berusaha dengan cara instan menangkap semua informasi dalam satu waktu. Lebih baik dengan perlahan, tetapi informasi dapat diserap dengan baik.
Mulailah belajar menulis dalam bahasa Inggris. Tidak harus menulis novel seperti “Harry Potter’ sebanyak tujuh seri, tetapi mulailah dari beberapa kata sebagai permulaan. Mulailah dari hal-hal kecil seperti diary atau koresponden dengan teman. Banyak orang yang tidak suka menulis. Tetapi kemampuan menulis ini akan bermanfaat terutama ketika mengikuti tes TOEFL atau IELTS.
Dengarkan semua hal dalam bahasa Inggris. Lakukanlah sesering mungkin dan sedekat mungkin dengan kehidupan anda, karena kemampuan bahasa Inggris tidak akan meningkat jika hanya berada di dalam kelas. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana, seperti mendengarkan radio berbahasa Inggris setiap hari. Jangan kecewa dan putus asa jika anda tidak mengerti semuanya, karena kecepatan berbicara para penyiar terkadang sulit untuk diikuti atau mengerti. Lengkapi dengan tape recorder sehingga anda dapat mengulanginya beberapa kali, buku referensi, dan bawalah kamus ke manapun anda pergi. Kebiasaan seperti ini akan membuat kemampuan bahasa Inggris anda makin meningkat.
Tontonlah televisi, film, dan apapun itu dalam versi bahasa Inggris. Lebih baik, membawa catatan kecil untuk mencatatat dan mengingat kata-kata baru atau untuk ditanyakan ke orang lain. Jangan malu, bahkan seseorang yang sudah mahir berbahasa Inggris pun masih selalu mencatatat kata-kata baru untuk latihan mengingat.
Berpikirlah dalam bahasa Inggris sesering mungkin. Ketika anda harus berbicara, cobalah untuk tidak berpikir menggunakan bahasa daerah sebelum menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Jika bisa melakukan itu, anda akan fasih berbahasa Inggris dalam sekejap. Mungkin pada awalnya terasa sulit, tetapi mengapa anda tidak mulai sekarang? Mulailah berpikir dan berbicara pada diri sendiri dalam bahasa Inggris. Bayangkan bahwa anda sedang bercakap-cakap atau berdiskusi tentang sesuatu yang berada di sekitar anda.
Gunakan internet untuk mempraktikkan tip yang sudah disebutkan di atas. Dengarkan radio online, download lirik lagu dan music, jelajahi site berbahasa Inggris dan ikuti cerita-cerita menarik, serta materi pembelajaran yang terdapat di internet. Menulis e-mail dan berchatting ria juga bisa menjadi pilihan tersendiri. Temukan temanmu dari pelosok dunia melalui internet. Kelebihan lain menggunakan internet adalah kita dapat dengan mudah menyembunyikan identitas. Jadi tidak perlu malu berkomunikasi lewat internet. Walaupun tidak berhadapan langsung dengan lawan bicara, tetapi cara meningkatkan bahasa Inggris menggunakan internet sangat membantu, tanpa batas, efektif, dan efisien.
Nah, setelah anda mengetahui cara meningkatkan kemampuan berbicara, langkah selanjutnya adalah latihan berbicara. Di bab selanjutnya, anda akan menemukan dialog dalam berbagai situasi dan kondisi, disertai dengan audio agar anda dapat langsung mendengarkan percakapan dari para penutur asli (native speaker).


LESSON 2
CONVERSATION PART
SHORT EASY


Pada bagian ini dapat melatih kemampuan berbicara dengan membaca teks dialog sambil mendengarkan percakapan yang dibawakan oleh penutur asli. Ulangi beberapa kali hingga anda fasih melafalkan kalimat demi kalimat.


A.   FOR BEGINNERS
1.    INTRODUCING MYSELF
            MEMPERKENALKAN DIRI


Sam:               Hello, what is your name?
             = Halo, Siapa namamu?
Jane:  Hi. My name is Jane, what’s yours?
             = Halo. Nama saya adalah Jane, Nama kamu siapa?
Sam:               Sam.
             = Sam
Jane:  It’s nice to meet you Sam.
             = Senang bertemu denganmu Sam.
Sam:               Thanks, you too.
             = Terima kasih, saya juga.

2.    MY FAMILY
            KELUARGAKU

Jane:  Do you have a big family, Sam?
             = Apakah kamu mempunyai keluarga besar Sam?
Sam:               Not really, only one sister. How big is your family Jane?
             = Tidak juga, hanya mempunyai satu saudari perempuan, sebesar apakah              keluargamu Jane?
Jane:  I have one brother and one sister. Are you close with your other relatives?
             = Saya hanya mempunyai satu saudara laki-laki dan satu saudari perempuan.                Apakah kamu dekat dengan saudara-saudaramu?
Sam:               Yes, my aunt and uncle have many children and I am really close with my            cousins.
             = Ya, paman dan bibiku mempunyai banyak anak dan sangat dekat sekali                       dengan mereka.

3.    MY HOBBIES
          HOBIKU

Sam:               Do you have any hobbies?
             = Apa kamu mempunyai hobi?
Jane:  Yes, I like to read books and play badminton. What are your hobbies?
             = Ya, saya suka membaca buku dan bermain badminton. Kalau hobimu apa?
Sam:               I like to play basketball and watch movies. Sometimes I play football with my         friends.
             = Saya suka bermain basket dan menonton film. Kadang-kadang saya bermain sepakbola dengan teman-teman.
Jane:  What else do you like to do?
             = Apa lagi yang suka kamu lakukan?

Sam:               I like to swim at the beach.
             = Saya suka berenang di pantai.
Jane:  Me, too. At home, I like to cook with my mom.
             = Saya juga, kalau di rumah, saya suka memasak bersama ibuku.








4.    MY FAVORITE MUSIC
            MUSIK FAVORITKU

Sam:               What are your favorite kinds of music?
             = Apa jenis music favoritmu?
Jane:  My favorite kind of music is rock music. What kind of music do you like?
             = Jenis musik favoritku adalah music rock. Apa jenis musik favoritmu?
Sam:               I like reggae music and classical music.
             = Saya suka musik rege dan musik klasik.
Jane:  Do you play any instruments?
             = Apakah kamu bisa bermain musik?
Sam:               I can play guitar, how about you?
             = Saya bisa bermain gitar, kalau kamu bagaimana?
Jane:  I don’t play any instruments but I can sing very well.
             = Saya tidak suka bermain musik tetapi saya bisa bernyanyi dengan baik.

5.    MY FAVORITE FILM
            FILM FAVORITKU

Jane:  Would you like to watch a movie?
             = Apakah kamu suka menononton film?
Sam:               Sure, what movie would like to see?
             = Tentu saja, film apa yang kira-kira mau kamu tonton?
Jane:  How about a horror film?
             = Bagaimana kalau film horror?
Sam:               No way! I don’t like scary movies. Can we watch comedy instead?
              = Tidak mau! Saya tidak suka film yang menakutkan. Bisakah kita menononton             film komedi saja?
Jane:  Ok, maybe something funny or even an action movie.
             = Ok, mungkin saja sesuatu yang lucu atau bahkan film aksi.

Sam:               Sounds good.
             = Kedengarannya menarik.


6.    MY FAVORITE GAMES
            PERMAINAN FAVORITKU

Sam:   Jane, I just got a new game, would you like to play it with me?
             = Saya baru saja mendapat permainan yang baru, maukah kamu bermain            bersama saya?
Jane: What kind of game is it?
             = Permainan apakah itu?
Sam:   It’s for playstation, it’s a shooting game.
             = Ini untuk playstation, permainan menembak.
Jane:  No thanks, Sam, I don’t like shooting games. Would rather play a puzzle or role   playing game.
             = Tidak, terima kasih Sam, saya tidak suka permainan menembak, saya lebih      suka permainan teka-teki atau permainan peran.
Sam:               Would you prefer to play a board game instead?
             = Apakah kamu mau bermain permainan papan saja?
Jane:  Do you have Scrabble?
             = Apa kamu punya Scrabble?
Sam:               Yes, let’s play.
             = Ya, ayo kita main.







7.    MY ACTIVITIES
            KEGIATANKU

Sam:  I’m bored, Jane, there is nothing to do.
             = Saya bosan Jane, tidak yang bisa dikerjakan.
Jane:  I’m sure there are plenty of things to do. Let’s think of an activity.
             = Saya yakin, banyak yang bisa dikerjakan. Ayo kita pikirkan suatu aktivitas.
Sam:  Well, would you like to go to the city?
             = Apa kamu lebih suka pergi ke kota?
Jane:  Sure, we can visit the mall.
             = Tentu saja, kita bisa pergi ke mall?
Sam:               Oh, you just want to go shopping? How about we go to the beach and go swimming instead?
             = Oh, jadi kamu hanya mau pergi berbelanja? Bagaimana kalau kita pergi ke       pantai dan berenang saja?
Jane:  After swimming, we can meet our friends in the city.
             = Setelah berenang, kita bisa menemui teman-teman di kota.
Sam:               Ok, Then we can go shopping and see a movie.
             = Ok, kalau begitu kita bisa pergi berbelanja dan menonton film.
Jane: Great.
             = Bagus










8.    MY JOB
            PEKERJAANKU

Sam:    What a long day at work, I’m ready to relax.
             = Betapa hari kerja yang panjang, saya siap untuk bersantai.
Jane: What is your job, Sam?
          = Apa pekerjaanmu, Sam?
Sam:  I am a sales person, I sell cars. Do you have a job?
           = Saya seseorang sales, saya menjual mobil, apakah kamu mempunyai    pekerjaan?
Jane:  Yeah, I teach student’s in elementary school.
             = Ya , saya mengajar siswa di SD.
Sam:    Do you like your work?
             = Apalah kamu menyukai pekerjaanmu?
Jane: Yes, but sometimes my students don’t listen, it can be very stressful.
             = Ya, tetapi terkadang muridku tidak mendengarkan, dan itu tidak bisa menjadi    tekanan.
Sam:   I know what that is like, I received a promotion recently. I am a manager and being in charge of other staff can be stressful.
             = Saya tahu bagaimana rasanya, saya baru mendapat promosi. Saya seorang     manager dan bertanggung jawab atas staff yang lain, biasanya menjadi tekanan.



0 komentar:

Posting Komentar