Wajib
dibaca setiap muslimah yg merindukan Surga-Nya Allah Tabaraka Wata'ala
Hukum
membentak suami adalah tidak boleh dan ini merupakan sebuah dosa besar !!
Seorang
suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan
betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya:
“
Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain,
niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya .” (HR Abu
Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“
Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain.
Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain
niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya
hak suaminya terhadapnya… ” (HR. Ahmad)
“
Dan sebaik-baik istri adalah yang TA'AT kepada suaminya, bijaksana,
berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak
berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada
suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Jika
suami berbuat keliru atau salah, Maka sudah semestinya bagi sang istri untuk
mengingatkan suami dengan baik, dengan nada lemah lembut, tidak membentak
(bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya.
Sikap
kasar istri terhadap suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya ilmu dan
keburukan akhlak.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
“
Sebaik-baiknya wanita — bagi suami — ialah yang menyenangkan ketika dilihat,
patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan
tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya
” (H.R. Ahmad)
Sebagaimana
anak bisa dianggap durhaka pada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan
durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.
Bidadari
Marah kepada Istri yang Memarahi Suaminya
Jika
seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di
surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻻَ
ﺗُﺆْﺫِﻱ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﺘُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ
ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ : ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻳْﻪِ , ﻗَﺎﺗَﻠَﻚِ ﺍﻟﻠﻪُ , ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺩَﺧِﻴْﻞٌ
ﻳُﻮْﺷِﻚُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔَﺎﺭِﻗَﻚِ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ
“
Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari
kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah
memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan
meninggalkanmu menuju kepada kami ” (HR. At-Tirmidzi)
Ini
seharusnya menjadi pelajaran bagi para istri untuk tidak mendzalimi suaminya.
Saingannya
berat, Saingannya bukan lagi madumu atau yang lain. namun sainganmu adalah
Bidadari yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mensifatkannya didalam Al qur'an.
Diantara sifatnya adalah :
ﺇِﻥَّ
ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻣَﻔَﺎﺯًﺍ ﺣَﺪَﺍﺋِﻖَ ﻭَﺃَﻋْﻨَﺎﺑًﺎ ﻭَﻛَﻮَﺍﻋِﺐَ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
"
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun
dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba':
31-33)
ﻛَﺬَﻟِﻚَ
ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
"
Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan:
54)
ﻣُﺘَّﻜِﺌِﻴﻦَ
ﻋَﻠَﻰ ﺳُﺮُﺭٍ ﻣَﺼْﻔُﻮﻓَﺔٍ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
"
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka
dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur: 20)
ﺣُﻮﺭٌ
ﻣَﻘْﺼُﻮﺭَﺍﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻡِ
"
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. "
(QS. Ar-Rahman: 72)
ﻓِﻴﻬِﻦَّ
ﺧَﻴْﺮَﺍﺕٌ ﺣِﺴَﺎﻥٌ
"
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik
." (QS. Ar-Rahman: 70)
ﺇِﻧَّﺎ
ﺃَﻧْﺸَﺄْﻧَﺎﻫُﻦَّ ﺇِﻧْﺸَﺎﺀً ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
"
Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.[1]
Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.
" (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)
Hadits
Abdullah Ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :
ﺃَﻭَّﻝُ
ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻛَﺄَﻥَّ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ ﺿَﻮْﺀُ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ،
ﻭَﺍﻟْﺰُّﻣْﺮَﺓُ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔُ ﻋَﻠَﻰ ﻟَﻮْﻥِ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﻛَﻮْﻛَﺐٍ ﺩُﺭﻱَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ،
ﻟِﻜُﻞ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ، ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞ ﺯَﻭْﺟَﺔٍ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ
ﺣُﻠَّﺔً، ﻳُﺮَﻯٰ ﻣُﺦُّ ﺳُﻮﻗِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﻟُﺤُﻮﻣِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺣُﻠَﻠِﻬِﻤَﺎ، ﻛَﻤَﺎ
ﻳُﺮَﻯٰ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏُ ﺍﻷَﺣْﻤَﺮُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰُّﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟْﺒَﻴْﻀَﺎﺀِ
“
Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di
malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit.
Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari
ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan
perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR.
Thabrani dengan sanad shahih)
Nah
Para Istri Sholehah, jangan mendzalimi apalagi membentak suami kalian lagi.
sainganmu
bidadari loh!
Solusi
Jika Memang Ingin Marah Pada Suami⛈
Jika
kemarahan melanda dan sudah tak tertahankan, tentunya tidak disarankan untuk
mengekspresikan dengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan
cara membentak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika sedang ingin marah
pada suami.
Hal
yang pertama dilakukan adalah ucapkan ISTIGHFAR. Mohon ampunlah pada Allah ﷻ
Istighfar
akan meringankan hati kita.
Selanjutnya,
klarifikasi secara detail duduk permasalahan.
Jangan
mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Tapi sebisa mungkin,
tahanlah dulu emosi.
Karena
bicara dalam keadaan emosi hanya akan memperburuk keadaan, karena terkadang
kita ingin menumpahkan kekesalan, bahkan kekesalan yang telah lalu.
Jika
dirasa sudah bisa mengendalikan diri, Ambillah air wudhu kemudian kerjakan
shalat dan berdoalah.
Adukan
semua persoalan pada Allah ﷻ
Semua
kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tak lupa, mintalah pada-Nya untuk diberikan
jalan keluar.
Jika
diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami.
Ingat,
yang akan dibicarakan adalah dalam rangka mencari jalan keluar, bukan untuk
menambahkan kericuhan.
Tak
lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada
pasangan atas kesalahan yang dilakukan.
Semoga
beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan
rahmah dalam rumah tangga.aamiin

0 komentar:
Posting Komentar