WHAT'S NEW?
Loading...
JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I

BERDAMAILAH DENGAN KETIDAKSEMPURNAAN DI KAMPUS KEHIDUPAN


BERSIKAPLAH SEOLAH-OLAH HARI INI ADALAH
HARI TERAKHIR ANDA. MUNGKIN SAJA!
Kapan kita akan mati? Dalam lima puluh tahun, dua puluh, sepuluh, lima, hari ini? Sampai detik ini tak seorang pun yang tahu. Saya sering bertanya-tanya, bila sedang mendengarkan berita, apakah orang yang tewas karena kecelakaan mobil dalam perjalanannya pulang ke rumah dari kantor ingat untuk mengatakan kepada keluarganya betapa cintainya ia pada keluarganya itu? Apakah hidupnya menyenangkan? Apakah ia mencintai dengan baik? Barangkali satu hal yang pasti adalah ia masih memiliki tugas yang belum diselesaikannya.
Kenyataannya adalah, tidak ada seorang pun tahu berapa lama lagi kita akan hidup. Namun, yang menyedihkan, kita bersikap seolah-olah kita akan hidup selamanya. Kita menunda hal-hala yang jauh di dalam hati, kita tahu kita menginginkannya mengatakan kepada orang-orang betapa kita memperhatikan mereka, menghabiskan waktu untuk diri sendiri, mengunjungi seorang teman baik, berjalan kaki di alam yang indah, bermaraton, menulis surat ungkapan kasih, memancing bersama anak-anak, belajar meditasi, menjadi pendengar yang lebih baik, dan seterusnya. Kita memakai rasionalisasi yang rumit dan canggih untuk membenarkan sikap kita, dan akhirnya menghasilkan waktu dan energi kita untuk melakukan hal-hal yang tidak semuanya penting. Kita mengajukan keterbatasan-keterbatasan kita, yang akhirnya akan melekat pada diri kita.
Sangat tepat rasanya mengakhiri buku ini dengan menyarankan kepada Anda untuk menjalani hidup ini setiap hari seolah-olah setiap hari adalah hari terakhir Anda hidup di dunia ini. Ini bukanlah resep untuk mengabaikan tanggung jawab, tetapi untuk mengingatkan betapa harganya hidup ini sesungguhnya. Seorang teman pernah berkata, “Hidup ini terlalu penting untuk diperlakukan terlalu serius.” Sepuluh tahun kemudian, saya tahu ia memang benar. Saya berharap buku ini sedang, dan akan seterusnya, membantu Anda. Janganlah lupa strategi yang paling dasar dari semuanya, Jangan memusingkan hal-hal kecil! Saya akan mengakhiri buku ini dengan mengucapkan dari hati saya yang paling dalam: Semoga Anda Sukses, Bahagia, Berkah. Hargailah diri Anda!

JADWALKAN WAKTU UNTUK BEROLAH BATIN

Dalam bidang perencanaan keungan ada prinsip yang telah diterima secara universal bahwa sangatlah penting kita membayar diri sendiri lebih dulu, sebelum membayar tagihan orang lain kita harus berpikir bahwa kita adalah kreditur. Rasionalisasi kebijakan keuangan ini adalah bila kita harus menunggu untuk menabung setelah semua dibayar, tak akan ada yang tertinggal untuk kita! Hasilnya adalah kita akan tetap menunda rencana menabung sampai sudah terlambat untuk melakukannya sama sekali, tetapi, lihatlah, bila kita membayar diri sendiri lebih dahulu, bagaimanapun juga masih ada yang cukup tersisa untuk membayar orang lain.
Prinsip yang sama sangat penting diterapkan dalam program latihan spiritual. Bila kita menunggu sampai semua tugas, tanggung jawab, dan segala sesuatunya beres sebelum mulai melakukannya, itu tak akan terjadi. Saya jamin.
Saya menemukan bahwa menjadwalkan sedikit waktu setiap hari seolah-olah kita membuat janji pertemuan adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kita mempunyai waktu untuk diri sendiri. Anda bisa melakukannya dengan cara bangun pagi-pagi benar, misalnya, dan menjadwalkannya satu jam untuk membaca, berdoa, merefleksikan diri, meditasi, yoga, berolahraga, atau apapun yang Anda ingin lakukan selama waktu ini. Bagaimana memilih waktunya, itu terserah. Yang penting adalah Anda sudah menjadwalkan waktu itu dan Anda menepatinya.
Saya memiliki seorang klien yang menyewa seorang baby sitter secara berkala untuk memastikan ia memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal yang dirasanya perlu dilakukan. Sekarang, lebih dari setahun kemudian, usahanya itu telah membuahkan hasil yang luarbiasa. Ia merasa lebih bahagia daripada yang pernah ia bayangkan. Ia mengatakan kepada saya bahwa ia tak pernah membayangkan akan menyewa seorang baby sitter untuk memperoleh waktu yang berkualitas badi dirinya sendiri. Sekarang setelah melakukannya, ia tak dapat membayangkan bila ia tidak melakukannya! Bila Anda berpikir seperti ini, Anda dapat memperoleh waktu yang Anda inginkan.

TEMUKANLAH KELUARBIASAAN PADA HAL-HAL YANG BIASA

Saya pernah mendengar sebulan cerita tentang dua pekerja yang didekati oleh seorang reporter. Sang reporter bertanya kepada pekerja yang pertama, “Apa yang Anda kerjakan?” ia menjawab dengan mengeluh bahwa ia tak ada bedanya dengan seorang budak, seorang tukang batu yang dibayar sangat rendah yang menghabiskan hari-harinya hanya dengan memasang batubata di atas batubata yang lain.
Snag reporter menanyai pekerja yang satunya lagi dengan pertanyaan yang sama. Namun, jawabannya sangatlah jauh berbeda. “Saya orang yang paling beruntung di dunia ini.” Ia berkata. “Saya ikut serta dalam membangun karya arsitektur yang sangat penting dan indah ini. Saya membantu mengubah potongan-potongan batubata yang sederhana ini menjadi mahakarya yang luarbiasa.”
Mereka berdua benar. Kenyataannya adalah, dalam hidup ini kita melihat apa yang ingin kita lihat. Bila mencari-cari keburukan, kita akan menemukannya. Banyak sekali. Bila ingin menemukan kesalahan orang lain, karier kita, atau dunia ini secara keseluruhan, kita pasti akan mampu menemukannya. Tetapi hal yang sebaliknya juga berlaku.
Bila kita mencari sesuatu yang luarbiasa dari yang biasa-biasa saja, kita dapat melatih diri kita untuk dapat melihatnya. Tukang batu ini melihat sebuah istana yang megah di dalam sepontong batubata biasa. Pertanyaannya adalah, dapatkah kita melakukannya? Dapatkah kita menyaksikan hal yang sama luarbisanya yang ada di dunia ini; kesempurnaan proses alam semesta; keindahan alam yang luarbiasa; mukjizat-mukjizat yang mencengangkan dari kehidupan umat manusia? Bagi saya, semuanya masalah niat. Begitu banyak yang bisa disyukuri, begitu banyak yang perlu dikagumi. Hidup sangatlah berharga dan luarbiasa. Memusatkan perhatian kita pada kenyataan-kenyataan ini dan hal-hal kecil yang biasa-biasa saja akan memberi arti yang sama sekali baru.

PIKIRKAN URUSAN ANDA SENDIRI SAJA

Cukup sulit berusaha menciptakan hidup yang penuh kedamaian bila kita menghadapi kecenderungan mental kita sendiri, isu, masalah hidup, kebiasaan, serta kontradiksi dan kerumitan hidup. Tetapi bila kita merasa terpaksa menghadapi masalah orang lain, tujuan Anda untuk menjalani lebih damai tak mungkin akan tercapai
Berapa sering Anda menemukan diri Anda sendiri berkata seperti, “Apa tak akan melakukannya bila aku menjadi dirinya,” atau “Aku tak percaya dia melakukan itu,” atau “Pikirannya kemana sih?” Berapa sering Anda merasa frustrasi, terganggu, jengkel, atau memikirkan masalah yang Anda tak dapat mengontrolnya atau membantu memecahkannya, tetapi yang juga bukan urusan Anda?
Ini bukan resep supaya Anda tidak perlu menolong orang lain. Sebaliknya, ini masalah kapan kita harus menolong dan kapan kita harus meninggalkan orang itu sendiri. Dulu saya adalah orang yang suka terjun membantu memecahkan persoalan orang lain tanpa diminta. Selain tak menghasilkan apa-apa, orang yang di tolong pun hampir selalu tidak berterima kasih dan kadang-kadang malah membenci saya. Sejak sembuh dari kecenderungan untuk menjadi terlibat, hidup saya menjadi lebih sederhana. Dan, sekarang karena saya tidak lagi punya banyak waktu untuk membantu orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
Mengurusi hanya masalah kita sendiri bukanlah sekadar menghindari godaan untuk memecahkan masalah orang lain. Ini juga menyangkut menguping pembicaraan orang bergosip, membicarakan orang lain dibelakangnya, dan menganalisis atau berusaha mengira-ngira orang lain. Salah satu alasan utama mengapa kebanyakan dari kita memusatkan perhatian pada kekurangan atau masalah orang lain adalah karena kita menghindarkan diri dari melihatnya pada diri kita sendiri.
Bila Anda dapat menahan diri untuk tidak terlibat dalam masalah yang bukan masalah Anda, berilah selamat kepada diri sendiri karena memiliki kerendahan hati dan kebijakan untuk mundur dari keterlibatan itu. Anda akan segera membebaskan berton-ton energi ekstra untuk memfokuskan perhatian pada hal-hal yang lebih relevan atau yang lebih penting.

TERBUKALAH PADA “APA YANG ADA”

Salah satu dari prinsip-prinsip spiritual yang paling dasar dalam banyak filosofi adalah gagasan untuk membuka hati kita pada “apa yang ada” ketimbang memaksakan hidup untuk berlangsung seperti apa yang kita inginkan. Gagasan ini sangat penting karena kebanyakan konflik batin kita berasal dari keinginan untuk mengendalikan hidup, mendesak agar hidup harus berbeda dangan yang sudah ada. Tetapi hidup tidaklah hidup akan berjalan sebagaimana adanya. Semakin besar pasrah diri kita pada kebenaran saat ini, semakin besar kedamaian yang ada dalam pikiran kita.
Bila kita memiliki gagasan yang telah terbentuk sebelumnya mengenai seperti apa hidup itu seharusnya, gagasan itu akan mengganggu kesempatan kita untuk menikmati atau belajar dari saat sekarang ini. Gagasan ini akan mencegah kita untuk menghargai apa yang akan kita alami, yang mungkin merupakan kesempatan bagi kebangkitan besar.
Ketimbang bereaksi terhadap keluhan anak-anak atau penolakan pasangan, cobalah membuka hati dan menerima saat-saat yang ada. Pikirkanlah bahwa tak jadi masalah bila mereka tidak bersikap seperti yang Anda kehendaki. Atau, bila proyek yang Anda kerjakan ditolak, daripada merasa kalah, lihatlah apakah Anda dapat berkata kepada diri Anda, “Wah, ditolak. Lain kali aku akan berusaha supaya disetujui.” Tariklah napas dalam-dalam dan perlunakanlah respons Anda.
Bila kita membuka hati kita dengan cara ini, tidak berarti kita berpura-pura bahwa kita menikmati keluhan, penolakan, atau kegagalan, tetapi mentransedesikannya, menggeser pandangan shingga kita tidak merasa gagal bila hidup tidak mewujudkan yang kita rencanakan. Bila kita dapat belajar membuka hati di tengah kesulitan hidup sehari-hari, kita akan segera menemukan bahwa banyak hal yang biasanya mengganggu kita tidak lagi menjadi masalah. Perspektif kita diperluas. Bila kita berjuang melawan hidup, hidup akan benar-benar menjadi pertempuran, hampir seperti permainan pingpong di mana kita adalah bolanya. Tetapi bila kita pasrah kepada waktu, menerima apa yang terjadi, membuatnya tidak menjadi masalah, perasaan yang lebih damai akan mulai muncul. Cobalah teknik ini pada beberapa tantangan kecil yang kita hadapi. Lama-kelamaan, kita akan dapat memperluas kesadaran yang sama untuk hal-hal yang lebih besar. Ini benar-benar cara yang ampuh untuk menjalani kehidupan.

PERCAYAILAH INTUISI ANDA

Berapa sering Anda berkata kepada diri sendiri, setelah menghadapi kenyataan, “Aku tahu seharusnya aku melakukan itu?” berapa sering Anda secara intuitif mengetahui sesuatu tetapi malahan membuat diri Anda berusaha memikirkan pemecahannya sendiri?
Mempercayai intuisi berarti mendengarkan dan mempercayai bahwa suara batin yang hening ini mengetahui apa yang perlu kita lakukan, tindakan apa yang perlu diambil, atau perubahan apa yang perlu dibuat dalam hidup kita. Banyak dari kita tidak mendengarkan intuisi karena takut bahwa tak mungkin kita mengetahui sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dulu, atau takut bahwa jawaban yang benar mungkin dapat sangat jelas. Kita mengatakan sesuatu kepada diri kita seperti, “Ini tak mungkin benar” atau “Aku tak mungkin melakukan ini.” Dan, begitu kita membiarkan pikiran kita ini memasuki gambaran itu, kita akan mengabaikan gambaran itu. Kita lalu mengajukan keterbatasan-keterbatan kita, yang kemudian jadi melekat pada diri kita.
Bila kita dapat mengatasi rasa takut bahwa intuisi kita akan memberi jawaban yang salah, bila kita dapat belajar mempercayainya, hidup kita akan menjadi petualangan ajaib seperti yang kita inginkan. Mempercayai intuisi seperti menghilangkan hambatan untuk memperoleh kenikmatan dan kebijakan. Inilah cara untuk membuka mata dan hati terhadap sumber kebijkan dan kecerdasan yang terbesar.
Bila Anda tak terbiasa mempelajari intuisi, mulailah dengan menyisihkan sedikit waktu hening untuk menjernihkan pikiran dan dengarkanlah. Abaikan dan hilangkan pikiran yang biasa ada di kepala dan pikirkan yang merusak diri yang memasuki pikiran dan perhatikanlah pikiran-pikiran tenang yang mulai muncul. Bila Anda merasakan ada pikiran-pikiran tenang yang mulai muncul. Bila Anda merasakan ada pikiran-pikiran menyenangkan yang tidak biasa muncul di kepala Anda, perhatikanlah dan ambillah tindakan. Bila, sebagai contoh, Anda mendapatkan pesan untuk menulis atau menelpon seorang yang Anda cintai, lakukanlah. Bila intuisi mengatakan bahwa Anda harus memperlambat kegiatan atau meluangkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri, usahakanlah agar itu terjadi. Bila Anda diingatkan akan sebuah kebiasan yang perlu diperhatikan, perhatikanlah. Anda akan menemukan bahwa bila intuisi memberikan pesan dan Anda membalasnya dengan melakukan tindakan, Anda sering kali akan diberi imbalan berupa pengalaman positif yang menyenangkan. Mulailah mempercayai intuisi Anda hari ini dan Anda akan menyaksikan dunia yang berbeda dalam hidup ini.



0 komentar:

Posting Komentar